TUGAS KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR

Bacalah Bagian III Kasus-kasus Bab 11 dan Bab 12. Buatlah “Studi Kasus” Anda sendiri. Kirim ke email saya dan blog ini. Ditunggu.

About these ads

110 gagasan untuk “TUGAS KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR

  1. Siapapun ia, guru atau murid, haruslah memanfaatkan teknologi atau apa saja yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan

  2. STUDY KASUS

    Metode ilmiah

    I Masalah
    Pengaruh ekologi terhadap ekosistem air dan mahluk hidup di dalamnya.

    II.Rumusan Masalah
    - Apakah kualitas air berpengaruh terhadap ekosistem mahluk hidup yang ada di dalamnya?
    - Bagaimana keadaan ikan jika ekosisitemnya telah tecemar?

    III.Observasi
    Mengamati perkembangan ikan dalam okosistem yang kecil yaitu dalam Aqurium.

    IV.Hipotesis
    Mungkin ikan akan dapat bertahan hidup dengan keadaan air yang keruh

    V.Experimen
    Tujuan
    Untuk mengetahui apakah air berpengaruh terhadap perkembangan ikan
    Alat dan bahan
    - 5 ikan hidup
    - Air
    - Aquarium
    - Alat tulis
    Cara Kerja :
    - Masukan air dan ikan kedalam aquarium
    - Amati perkembangannya

    VI.Kesimpulan
    Setelah saya mengamati ikan yang ada didalam aquarium tersebut, ternyata air berpengaruh terhadap perkembangan ikan, jika air dalam keadaan keruh maka ikan tidak dapat bertahan hidup karena adanya polusi air.

    • Menigkat nya suhu bumi yang di akibat kan ulah tangan manusia.
      I. masalah.
      Meningkat nya suhu bumi yang di akibatkat rusak nya lingkungan dan menipis nya lapisan ozon akibat ulah tangan manusia.
      II. Rumusan Masalah.
      a.Pencemaran Udara
      b.Pencemaran air
      c. Pencemaran tanah
      d. Pencemaran Suara : kebisingan.

      III. Observasi.
      1. daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
      atau pemukiman penduduk.
      2. Pembuangan limbah industri.
      3. penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain.
      4. pola hidup konsumtif yang mengakibatka banyak nya indrustri yang berdampak banyak nya kerusakan nlingkungan.

      IV. Hipotesis.
      Manusia harus bertanggung jawab dan merasakan dampak dari perbuatan nya.

      v. experimen.

      Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
      1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
      2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
      3. Berada di tempat yang tidak tepat.

      keterangan
      a. Penggunaan insektisida berlebihan dapat pula mematikan predator. Karena
      predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

      b. Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.

      c. Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan
      menimbulkan dampak di tempat lain.

      VI. SOLUSI.

      1. reboisasi hutan dan penataan ulang derah-daerah indrustri.
      2. management limbah hingga dapat di cerna oleh alam.

      3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain
      yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

      4. Memperluas gerakan penghijauan.

      5. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

      6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
      sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya

  3. STUDY KASUS : PENCEMARAN LINGKUNGAN

    I. masalah.
    berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
    lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi.

    II. Rumusan Masalah.
    a.Pencemaran Udara
    b.Pencemaran air
    c. Pencemaran tanah
    d. Pencemaran Suara : kebisingan.

    III. Observasi.
    1. daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
    atau pemukiman penduduk.
    2. Pembuangan limbah industri.
    3. penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain.
    4. masyarakat yang belum mampu menciptakan lingkungan yang sehat.

    IV. Hipotesis.
    apakah manusia dapat hidup sehat dengan lingkungan yang penuh dengan polusi / polutan.?

    v. experimen.

    Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
    1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
    2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
    3. Berada di tempat yang tidak tepat.

    keterangan
    a. Penggunaan insektisida berlebihan dapat pula mematikan predator. Karena
    predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

    b. Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.

    c. Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan
    menimbulkan dampak di tempat lain.

    VI. SOLUSI.

    1. Meenempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
    atau pemukiman penduduk.

    2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan
    atau ekosistem.

    3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain
    yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

    4. Memperluas gerakan penghijauan.

    5. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

    6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
    sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya

  4. Sukma Ratna Sari/B.inggris.Malam

    STUDI KASUS

    I. Masalah
    Penyebab pencemaran udara/polusi terhadap Mahluk Hidup

    II. Rumusan Masalah
    -Apakah penyebab pencemaran udara/polusi
    -Apakah polusi berpengaruh besar terhadap kehidupan Mahluk Hidup
    -Bagaimana cara mengontrol atau paling tidak meminimalisir polusi

    III. Observasi
    Mengamati secara langsung berbagai polusi di sekitar kita

    IV. Hipotesis
    Mungkin mahluk hidup tak terkena imbas polusi

    V. Eksperimen
    Dilakukan secara lansung dengan menamati dan memperhatikan keadaan sekitar karena lingkungan tempat tinggal berada di Kawasan Industri.

    Tujuan
    Untuk mengetahui penyebab pencemaran dan pengaruhnya terhadap Mahluk Hidup selain itu untuk mengetahui bagaimana pengendalian/meminimalisir keadaan tersebut.

    VI. Kesimpulan
    Setelah saya mengamati keadaan sekitar, maka saya dapat menyimpulkan bahwa polusi udara memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan Mahluk Hidup, karena Di daerah kawasan industri banyak berlalu lalang truk, kontainer, bus, dll yang mengeluarkan asap. Selain itu cerobong asap pabrik juga menambah daftar penyumbang polusi terbesar. Asap ini bercampur dengan udara. Air telah mengisapnya. Udara dan air harus bersih karena kita menghirup udara dan air minum untuk kelangsungan hidup kita. Jika udara dan air tercemar kita bisa mendapatkan penyakit. Udara tercemar karena asap yang dihasilkan dari bahan bakar kendaraan seperti mobil, kereta api dan pesawat terbang dan oleh gas beracun yang keluar dari cerobong asap miliki pabrik. Nah inilah mengapa polusi sangat berbahaya terhadap Mahluk Hidup. Polusi dapat menimbulkan berbagai bahaya yang dapat dirasakan secara langsung maupun jangka panjang.
    Sistem drainase yang tidak benar dan kehadiran sumur kotoran di dekat rumah juga menimbulkan polusi udara.
    Menebang pohon juga dapat menyebabkan peningkatan persentase karbon dioksida. Oleh karena itu untuk mengurangi polusi, penanaman pohon harus didorong. Penyakit paru-paru dan kesehatan yang buruk, dll, adalah karena polusi udara. Untuk mengontrol polusi adalah, seperti dikatakan sebelumnya bahwa pohon tidak harus ditebang karena mereka mengambil karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Langkah-langkah lain yang dapat diambil untuk mengurangi polusi misalnya
    Pabrik harus dibentuk dengan cara yang tepat, yaitu dengan mempertahankan sistem drainase. Harus menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. menambah area penghijauan. Jadi Mahluk Hidup pasti terkena imbas akibat polisi udara namun bagaimana kita meminimalisir keadaan tersebut supaya tidak berdampak begitu besar.

  5. IPTEK sangat berperan penting dalam suatu negara.Karena IPTEK ini merupakan kunci utama keberhasilan suatu negara.Teknologi juga memberikan dampak positif dan dampak negatif.Dengan adanya teknologi terangkatlah kemakmuran rakyat, dan mempermudah aktifas manusia.Namun teknologi juga berdampak negatif misalnya saja CFC yang sangat berpotensi merusak lapisan ozon.Kita saat ini hanya bisa meminimalis penggunaan CFC dikarenakan penggunaan CFC tidak dapat dipisahkan dengan mudah dari kehidupan.CFC ini diperlukan dalam pembuatan kasur,piring,mangkok, obat nyamuk dll.
    Hal ini sangat erat dengan kebutuhan manusia setiap harinya.Kita harus bisa mengurangi penggunaan CFC,misalnya dengan tidak menggunakan sterofoam, dan tidak menggunakan parfum.

  6. I. Masalah.
    Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
    lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi.

    II. Rumusan Masalah.
    a.Pencemaran Udara
    b.Pencemaran air
    c. Pencemaran tanah
    d. Pencemaran Suara : kebisingan.

    III. Observasi.
    1. daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
    atau pemukiman penduduk.
    2. Pembuangan limbah industri.
    3. penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain.
    4. masyarakat yang belum mampu menciptakan lingkungan yang sehat.

    IV. Hipotesis.
    Apakah manusia dapat hidup sehat dengan lingkungan yang penuh dengan polusi / polutan.?

    V. Experimen.
    Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
    1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
    2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
    3. Berada di tempat yang tidak tepat.

    keterangan:
    a. Penggunaan insektisida berlebihan dapat pula mematikan predator. Karena
    predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

    b. Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.

    c. Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan
    menimbulkan dampak di tempat lain.

    VI. SOLUSI.
    1. Meenempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
    atau pemukiman penduduk.

    2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan
    atau ekosistem.

    3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain
    yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

    4. Memperluas gerakan penghijauan.

    5. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

    6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
    sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya

  7. AsalmUalaiKum…
    Pak, kmrin kan sya sudh transfer tugas. kok pas d’lhaT lg ga adA…
    skrG sy transfer lg..
    tlog blz y pak

  8. Polemik Pemilihan Gas Sebagai Alternatif Pengganti Minyak Tanah

    Gerakan konversi minyak minyak tanah ke gas elpiji adalah salah satu upaya pemerintah pusat untuk mengurangi subsidi minyak tanah untuk kepreluan rumah tangga yang nilainya sekitar Rp.30 triliun. Hal itu disebabkan karena minyak tanah semakin berkurang dan harga minyak dunia mencapai titik tertinggi perbarelnya. Ketika proses konversi akan dilakukan, kampanye penggunaan elpiji pun marak dilakukan diantaranya dengan menjelaskan beberapa kelebihan jika masyarakat menggunakan gas elpiji, seperti aman penggunaannya, lebih murah dan lain sebagainya. Tapi setelah konversi minyak tanah ke gas elpiji hampir merata diseluruh masyarakat, banyak terjadi kasus kebakaran yang disebabkan oleh ledakan tabung gas ukuran 3 kg yang notabene merupakan tabung gas yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah kebawah. Tapi tidak jarang pula ledakan yang bersumber dari gas elpiji ukuran 12 kg. Mungkin bukan jumlah yang sedikit melihat banyaknya korban akibat ledakan tabung gas elpiji semenjak konversi dilakukan. Ironis memang kejadian dilapangan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah. Bila melihat beberapa kemungkinan ledakan itu bisa terjadi akibat beberapa faktor :
    1. Tabung gas banyak yang dipalsukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi sehingga tabung yang dipasarkan tidak sesuai standar pertamina. Oleh karena itu perlu pengawasan dan tindakan yang lebih ketat lagi dari pemerintah. Harus dilakukan suatu upaya penjaminan tabung gas yang benar-benar dari pertamina sehingga masyarakat bisa tahu mana yang asli dan mana yang palsu.
    2. Mungkin kondisi nasyarakat yang belum siap merubah kebiasaan yang sebelumnya menggunakan minyak tanah di ganti dengan menggunakan gas elpiji dengan beberapa halnya yang penting untuk diperhatikan seperti penggunaannya yang harus lebih berhati-hati karena elpiji jauh lebih mudah terbakar (inflammable) dibanding minyak tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi yang lebih efektif kepada masyarakat tentang pengetahuan seputar gas elpiji dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan gas elpiji. Bentuk sosialisasi tidak cukup hanya di televisi.
    3. Melihat pengalaman yang terjadi di masyarakat tentang penipuan yang menggunakan modus pemeriksaan tabung gas oleh pegawai pertamina, sedangkan setelah dikonfirmasi ternyata pihak pertamina atau agen gas elpiji tidak pernah melakukan pemeriksaan terhadap tabung gas milik pelanggan, maka jangan mudah percaya akan oknum-oknum yang mengaku pegawai pertamina. Biasanya oknum tersebut mengharuskan membeli selang tabung gas yang harganya lebih tinggi yang diakuinya produk asli pertamina.

    Karena konversi minyak ke gas elpiji adalah keputusan yang dinilai lebih menguntungkan maka sebagai kesimpulan perlu adanya kerjasama dari masyarakat dan pemerintah terutama, untuk mengatasi polemik yang yang terjadi.

  9. A. Rokok dan Kegemukan Mempercepat Usia ADN
    Ada berbagai hal yang menjadi latar belakang seseorang menjadi perokok. Awalnya mungkin hanya rasa penasaran dan sekedar ingin mencoba. Namun efek adiksi yang ditimbulkan oleh nikotin membuat sebagian besar orang terbawa ke dalam ketergantungan seumur hidup terhadap tembakau.
    Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida dan masih banyak bahan kimia lainnya yang membahayakan bagi tubuh.
    Merokok selain membawa sejumlah penyakit, juga akan mempertua usia seseorang hingga 4,6 tahun. Demikian juga dengan kegemukan akan mempertua usia hingga 9 tahun. Berat badan berlebihan dan merokok membuat seseorang akan lebih tua secara biologis dibandingkan dengan orang yang memiliki usia yang sama, tetapi tidak merokok dan memiliki berat badan normal.
    Berat badan berlebihan dan merokok akan mempercepat usia ADN seseorang. Telometer pada ADN akan memendek setiap kali terjadi pembelahan sel. Telometer akan memendek terus hingga tidak ada yang tersisa. Hal itu berarti menyebabkan peningkatan terjadinya risiko bagi sejumlah penyakit. Semua ini sejalan dengan bertambahnya usia. Keseimbangan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 1.122 pasangan kembar yang ada dalam RS St.Thomas di London, Inggris. Sampel-sampel tersebut semua perempuan berusia antara 18-76 tahun, 119 di antaranya memiliki berat badan gemuk, 203 orang perempuan saat ini merupakan seorang perokok, dan 369 perempuan yang sebelumnya merokok, tapi tidak saat ini.
    Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel darah untuk melihat ADN sampel-sampel. Ditemukan, panjang telometer dari kromosom berkurang dengan tetap sejalan pertambahan usia. Akan tetapi, telometer dari perempuan yang memiliki berat badan gemuk dan perokok akan jauh lebih pendek dibandingkan dengan perempuan dengan usia yang sama tapi memiliki berat badan normal dan bukan perokok.
    Setiap bungkus rokok dalam setahun (jumlah bungkus rokok yang dihisap setiap hari dikalikan dengan jumlah tahun merokok) sebanding dengan tambahan memendeknya telometer sebesar 18% dari rata-rata pemendekan normal dalam setahun. Itu berarti, jika seorang perempuan merokok sebanyak 1 bungkus perhari selama 40 tahun akan membuat usianya terlihat lebih tua 7,4 tahun. Hasil tersebut diperoleh jika dihitung dari panjang telometer. Penemuan ini merupakan penemuan pada seluruh tubuh, termasuk pada organ-organ vital, seperti jantung dan paru-paru. Selain itu, rokok itu sendiri mengandung sejumlah bahan beracun yang akan meracuni sel-sel dalam tingkat yang paling dasar.
    B. Mengurangi Kebiasaan Merokok
    Suatu hal mustahil jika seorang perokok, khususnya perokok berat untuk meninggalkan kebiasaan merokoknya, akan tetapi dengan mengurangi kebiasaan merokok, mudah-mudahan dapat menghilangkan kebiasaan yang akan merugikan bagi tubuh dan kantong, disini ada beberapa hal untuk mengurangi kebiasan merokok, antara lain:
    1. Mengganti kebiasaan merokok setelah makan dengan mengkonsumsi buah-buahan.
    2. Mengurangi jumlah rokok dari beberapa bungkus menjadi beberapa batang rokok perhari.
    3. Mengganti rokok sebagai teman santai dengan cemilan yang baik bagi tubuh.
    4. Berfikir positif dengan memandang bahwa rokok akan merugikan kita.
    5. Mengganti rokok dengan makanan ringan disaat sedang minum kopi, teh dan sebagainya.

    C. Mengurangi Kegemukan
    Kegemukan memang hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak hanya sering mengkonsumsi makanan berlemak saja, tidak seimbangnya porsi makan kita yang berlebihan dengan aktivitas yang sangat sedikit akan mempengaruhi berat badan kita. Apalagi jika kebiasaan itu hampir setiap hari kita lakukan. Berikut beberapa hal untuk mengurangi kegemukan dengan cara sederhana, antara lain:
    1. Olahraga teratur dengan gizi seimbang.
    2. Kurangi mengkonsumsi makanan berlemak seperti daging dan sebagainya.
    3. Berhentilah makan sebelum kenyang.
    4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
    5. Hindari makan malam disaat akan tidur atau sudah larut malam.
    6. Diet dengan tidak mengurangi konsumsi vitamin.

    Keterangan:
    Asam Deoksiribonukleat (ADN) : Bahan kimia yang dapat menentukan sifat organisme.
    Telometer : Alat pengukur usia ADN.
    Berat badan normal : Tinggi badan = Berat badan normal.
    110 cm

    Nama : ERWIN ERDHIANSYAH
    Fakultas : FKIP – Bahasa Inggris (siang)
    Semester : 2
    Mata Kuliah : Ilmu Alamiah Dasar (IAD)

  10. A. Rokok dan Kegemukan Mempercepat Usia ADN
    Ada berbagai hal yang menjadi latar belakang seseorang menjadi perokok. Awalnya mungkin hanya rasa penasaran dan sekedar ingin mencoba. Namun efek adiksi yang ditimbulkan oleh nikotin membuat sebagian besar orang terbawa ke dalam ketergantungan seumur hidup terhadap tembakau.
    Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida dan masih banyak bahan kimia lainnya yang membahayakan bagi tubuh.
    Merokok selain membawa sejumlah penyakit, juga akan mempertua usia seseorang hingga 4,6 tahun. Demikian juga dengan kegemukan akan mempertua usia hingga 9 tahun. Berat badan berlebihan dan merokok membuat seseorang akan lebih tua secara biologis dibandingkan dengan orang yang memiliki usia yang sama, tetapi tidak merokok dan memiliki berat badan normal.
    Berat badan berlebihan dan merokok akan mempercepat usia ADN seseorang. Telometer pada ADN akan memendek setiap kali terjadi pembelahan sel. Telometer akan memendek terus hingga tidak ada yang tersisa. Hal itu berarti menyebabkan peningkatan terjadinya risiko bagi sejumlah penyakit. Semua ini sejalan dengan bertambahnya usia. Keseimbangan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 1.122 pasangan kembar yang ada dalam RS St.Thomas di London, Inggris. Sampel-sampel tersebut semua perempuan berusia antara 18-76 tahun, 119 di antaranya memiliki berat badan gemuk, 203 orang perempuan saat ini merupakan seorang perokok, dan 369 perempuan yang sebelumnya merokok, tapi tidak saat ini.
    Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel darah untuk melihat ADN sampel-sampel. Ditemukan, panjang telometer dari kromosom berkurang dengan tetap sejalan pertambahan usia. Akan tetapi, telometer dari perempuan yang memiliki berat badan gemuk dan perokok akan jauh lebih pendek dibandingkan dengan perempuan dengan usia yang sama tapi memiliki berat badan normal dan bukan perokok.
    Setiap bungkus rokok dalam setahun (jumlah bungkus rokok yang dihisap setiap hari dikalikan dengan jumlah tahun merokok) sebanding dengan tambahan memendeknya telometer sebesar 18% dari rata-rata pemendekan normal dalam setahun. Itu berarti, jika seorang perempuan merokok sebanyak 1 bungkus perhari selama 40 tahun akan membuat usianya terlihat lebih tua 7,4 tahun. Hasil tersebut diperoleh jika dihitung dari panjang telometer. Penemuan ini merupakan penemuan pada seluruh tubuh, termasuk pada organ-organ vital, seperti jantung dan paru-paru. Selain itu, rokok itu sendiri mengandung sejumlah bahan beracun yang akan meracuni sel-sel dalam tingkat yang paling dasar.
    B. Mengurangi Kebiasaan Merokok
    Suatu hal mustahil jika seorang perokok, khususnya perokok berat untuk meninggalkan kebiasaan merokoknya, akan tetapi dengan mengurangi kebiasaan merokok, mudah-mudahan dapat menghilangkan kebiasaan yang akan merugikan bagi tubuh dan kantong, disini ada beberapa hal untuk mengurangi kebiasan merokok, antara lain:
    1. Mengganti kebiasaan merokok setelah makan dengan mengkonsumsi buah-buahan.
    2. Mengurangi jumlah rokok dari beberapa bungkus menjadi beberapa batang rokok perhari.
    3. Mengganti rokok sebagai teman santai dengan cemilan yang baik bagi tubuh.
    4. Berfikir positif dengan memandang bahwa rokok akan merugikan kita.
    5. Mengganti rokok dengan makanan ringan disaat sedang minum kopi, teh dan sebagainya.

    C. Mengurangi Kegemukan
    Kegemukan memang hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak hanya sering mengkonsumsi makanan berlemak saja, tidak seimbangnya porsi makan kita yang berlebihan dengan aktivitas yang sangat sedikit akan mempengaruhi berat badan kita. Apalagi jika kebiasaan itu hampir setiap hari kita lakukan. Berikut beberapa hal untuk mengurangi kegemukan dengan cara sederhana, antara lain:
    1. Olahraga teratur dengan gizi seimbang.
    2. Kurangi mengkonsumsi makanan berlemak seperti daging dan sebagainya.
    3. Berhentilah makan sebelum kenyang.
    4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
    5. Hindari makan malam disaat akan tidur atau sudah larut malam.
    6. Diet dengan tidak mengurangi konsumsi vitamin.

    Keterangan:
    Asam Deoksiribonukleat (ADN) : Bahan kimia yang dapat menentukan sifat organisme.
    Telometer : Alat pengukur usia ADN.
    Berat badan normal : Tinggi badan = Berat badan normal.
    110 cm

    Nama : ERWIN ERDHIANSYAH
    Fakultas : FKIP – Bahasa Inggris (siang)
    Semester : 2
    Mata Kuliah : Ilmu Alamiah Dasar (IAD)

  11. PERMASALAHAN ENERGI LISTRIK DI INDONESIA
    Seperti telah diberitakan beberapa hari yang lalu bahwa Akibat Krisis Energi Listrik di Indonesia, maka di berbagai wilayah di Indonesia masih akan mengalami pemadaman listrik bergilir hingga tahun 2010 mendatang. Dikabarkan bahwa hal ini dikarenakan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Indonesia mengalami defisit akibat tidak berimbangnya pasokan yang dimiliki PLN dengan permintaan energi listrik oleh konsumen (masyarakat). Diberitakan bahwa saat ini sebenarnya total kapasitas terpasang PLN sudah mencapai 26.000 Mega Watt se Indonesia tetapi beban puncaknya sudah mencapai 24.000 MW. sedangkan daya mampunya tentunya sekitar 25.000 mega sehingga bila ada masalah kita tidak punya cadangan lagi (Lho, bukannya tidak pernah terjadi kesetimbangan sejak dulu? Aneh kan?). Kurangnya atau tersendatnya pasokan batu bara pada sumber-sumber energi pemasok listrik di pulau jawa seperti Sumber Energi Cilacap serta kerusakan teknis pada sumber energi lain juga telah dijadikan dalih/alasan PLN untuk melakukan pemadaman listrik (electrical shutdown) tersebut secara berkala, bergilir, dan sepihak pada bulan-bulan terakhir ini (PLN sebagai lembaga monopoli negara pantas diberi piala Excuse Award 2008).
    Dan seperti telah dirasakan masyarakat khususnya di pulau Jawa dan Medan, Sumatra, pemadaman listrik tersebut seringkali dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pihak konsumen yakni masyarakat pengguna energi listrik, baik yang komersial (masyarakat pada umumnya) maupun yang gratisan.Adapun:
    Penyebab masalah Krisis Energi Listrik di Indonesia:
    • Pola dan Rencana Pengadaan Serta Distribusi Energi Listrik yang tidak baik
    • Instalasi dan Infrastruktur pada Sumber Energi Pembangkit Listrik yang tidak /memadai
    • Pengadaan dan Pemberdayaan serta Distribusi Energi Listrik tidak dilakukan secara professional
    • Instansi terkait tidak antisipatif terhadap konsekuensi dan dampak dari Kenaikan Harga BBM dunia dan Indonesia
    • Menurut PLN, penyebab utama dari krisis energi listrik di Indonesia karena tidak berimbangnya pasokan yang dimiliki PLN dengan permintaan energi listrik oleh konsumen (masyarakat)
    • Dikabarkan karena masalah teknis, yakni kerusakan pada sumber pembangkit energi listrik.
    • Dugaan Kuat, Krisis Mental Pejabat, Penguasa, dan Pengusaha Indonesia yang terkait dalam Pengadaan dan Pemberdayaan Energi Listrik di Indonesia..
    Dampak Negatif Krisis Energi Listrik di Indonesia:
    1. Dunia Usaha mengalami hambatan hingga stagnasi dalam menjalankan usahanya,
    2. kerugian pelaku usaha secara materiil (money loss)
    3. kerugian pelaku usaha secara inmateriil seperti:
    • berkurangnya hingga hilangnya kepercayaan konsumen terhadap pelaku usaha,
    • terjadinya pengangguran karena karyawan terpaksa diliburkan,
    • resiko kerusakan mesin karena mesin sering tidak bisa dijalankan,
    • kehilangan efisiensi waktu dan tenaga, martabat umat dan bangsa Indonesia di mata dunia — Apa Kata Dunia?,
    • berkurangnya hingga hilangnya kepercayaan konsumen energi listrik di Indonesia terhadap Pemerintah dan PLN
    • Larinya Investor Domestik maupun Asing dari pasar Indonesia karena tiadanya jaminan energi listrik dan jaminan usaha di Indonesia serta berkurangnya hingga hilangnya kepercayaan terhadap Pemerintah dan PLN
    • Terhambatnya kreativitas anak bangsa yang menggunakan sarana listriknya untuk implementasi kecerdasan otaknya
    • Terganggunya proses recovery pasien dan pengembangan penemuan di laboratorium.
    Solusi masalah Krisis Energi Listrik di Indonesia:
    1. PLN bersama pihak swasta sekiranya menyediakan sumber energi yang ditunjuk harus melakukan perbaikan kebijaan, distribsi, instalasi, infrastruktur, dan teknis pengadaan energi listrik,
    2. PLN bersama pihak swasta penyedia sumber energi yang ditunjuk harus melakukan perbaikan pola distribusi listrik ke konsumen,
    3. Pemerintah melalui PLN bersama pihak swasta penyedia sumber energi yang ditunjuk harus memberikan Jaminan keberadaan dan keberdayaan energi listrik per 1×24 Jam kepada konsumen dan pihak investor, baik domestik maupun asing.
    4. Pemerintah harus memiliki sistem kontrol dan sistem filter yang baik untuk menyaring siapa yang layak diberi kepercayaan dan kewenangan untuk melakukan pengadaan, pengelolaan, dan distribusi energi listrik ke konsumen (masyarakat)
    5. Sikat habis Mafia Energi di Indonesia, khususnya Mafia Energi Listrik dan Batu Bara, khususnya pemilihan pejabat di lingkungan PLN dan proses tender swasta untuk pengadaan energi listrik dan batu bara.
    6. DPR dan DPRD harus tanggap terhadap masalah ini dengan melakukan sidak dan pengusutan masalah krisis energi listrik di lapangan, dan bila terbukti ada indikasi unsur kesengajaan hingga mengakibatkan terjadinya krisis energi ini, hingga mengarah pada pidana, maka Pihak POLRI wajib turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan guna segera menuntaskan masalah agar tidak berkepanjangan
    7. Konsumen harus membiasakan diri berhemat (tidak konsumtif) dalam menggunakan energi listrik
    8. Disarankan bagi konsumen energi listrik untuk memasang Genset.
    9. Keberadaan dan Keberdayaan Energi Listrik merupakan sebuah keharusan sebagai motor penggerak roda kehidupan pada sebuah bangsa untuk tetap bergerak dan mengarah maju ke depan.

  12. PENCEMARAN UDARA YANG TERJADI DI INDONESIA
    Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
    Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan [ozon]dalam [smog fotokimia]adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
    Pencemaran udara yang terjadi di sekitar kita antara lain sebagai berikut:
    Kegiatan manusia
     Transportasi
     Industri
     Pembangkit listrik
     Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
     Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)
    Sumber alami
     Gunung berapi
     Rawa-rawa
     Kebakaran hutan
     [Nitrifikasi] dan [denitrifikasi]biologi
    Sumber-sumber lain
     Transportasi[amonia]
     Kebocoran tangki][klor]
     Timbulan gas [metana]dari [lahan uruk]/[tempat pembuangan akhir] [sampah]
     Uap pelarut organik
    Dibawah ini merupakan jenis-jenis pencemaran udara yang terjadi di sekitar kita, antara lain:
     Karbon monoksida
     Oksida nitrogen
     Oksida sulfur
     CFC
     Hidrokarbon
     Ozon
     Volatile Organic Compounds
     Partikulat
    Pencemaran udara yang terjadi sesungguhnya sangat membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan kita, karena sesungguhnya udara itu sendiri bersifat primer sebagai kebutuhan manusia secara individu. Manusia tidak akan hidup bila tidak dapat menghirup udara, yaitu oksigen. Namun, pada kenyataannya udara memang memiliki beberapa kandungan dan unsur-unsur tertentu. Kandungan-kandungan udara yang biasa kita kenali adalah oksigen dan karbondioksida, oksigen adalah udara yang kita hirup untuk kelangsungan hidup manusia di dunia ini. Sedangkan karbondioksida adalah udara yang keluar dari tubuh kita, atau hasil dari pembakaran tubuh kita, dan udara tersebut akan dihirup oleh tumbuh-tumbuhan yang nantinya akan melakukan fotosintesis yang menghasilkan oksigen kembali.
    Rantai pernapasan tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan manusia sebagai mahluk sosial bukan hanya bergantung pada manusia yang lain, namun ternyata manusia memiliki ketergantungan pada lingkungannya juga, hal demikian dapat disebut dengan sama-sama menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Oleh karena itu, manusia yang hidup di dunia ini juga harus memperhatikan sumber daya alam yang ada disekitarnya. Antara lain adalah tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar kita, karena dengan tumbuh-tumbuhan dan tanaman-lah yang memberikan oksigen kepada kita. Bahkan dapat membersihkan udara yang ada disekitar kita.
    Transportasi sebagai sarana dan fasilitas yang diciptakan oleh teknologi masa kini ternyata menambah permasalahan dalam pencemaran udara. Namun, apakah kesalahan pencemaran udara dilimpahkan begitu saja kepada pengguna atau pembuat teknologi tersebut?, tidak juga seperti itu, karena kuantitas transportasi dan juga kualitasnya juga perlu diperhatikan, bahkan kebijakan-kebijakan pemerintah tentang transportasi juga perlu diperhatikan. “Pada masa sekarang ini, pencemaran udara di Indonesia 70%nya diakibatkan oleh emisi kendaraan bermotor, karena kendaraan bermotor memiliki zat-zat yang berbahaya bagi udara disekitar kita, antara lain adalah timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox)”.
    Kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pencemaran udara yang utama di daerah perkotaan. Emisi yang paling signifikan dari kendaraan bermotor ke atmosfer berdasarkan massa adalah gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang berlangsung sempurna. Pembakaran yang sempurna dapat dicapai dengan tersedianya suplai udara yang berlebih. Namun demikian, kondisi pembakaran yang sempurna dalam mesin kendaraan jarang terjadi. Karena keadaan kendaraan bermotor dan angkutan sangat buruk, akibat mahalnya suku cadang dan perawatan yang kurang baik sehingga proses pembakaran kurang sempurna, akibat krisi moneter yang terjadi di Indonesia, maka terjadilah ketidakteraturan produksi harga dan juga tingkat harga BBM yang tiba-tiba saja melonjak, ini semakin memperparah keadaan, sehingga kerusakan pada kendaraan akibat mahalnya suku cadang dan perawatan kendaraan terjadi banyak sekali dan ini mengakibatkan emisi gas buang yang berlebihan dan dampaknya adalah pencemaran udara yang semakin mengandung berbagai zat yang kotor dan berbahaya.
    Dampak-dampak dari polusi udara bagi kesehatan manusia
    Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
    Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik. Memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
    Dampak pencemaran udara bagi tumbuhan
    Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.
    Dampak pencemaran udara bagi hujan
    pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
     Mempengaruhi kualitas air permukaan
     Merusak tanaman
     Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
     Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
    Polusi udara menjadi pemanasan global dan mempengaruhi efek rumah kaca
    Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
    Dampak dari pemanasan global adalah:
     Pencairan es di kutub
     Perubahan iklim regional dan global
     Perubahan siklus hidup flora dan fauna
    Pemanasan global dapat merusak lapisan ozon
    Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
    Untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan melalui beberapa usaha antara lain:
     Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida.
     Pengolahan atau daur ulang limbah asap industri.
     Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti.
     Menghentikan pembakaran hutan.

  13. Nama : Siti Romlah
    NIM : 0910.01.88-203.0061
    Jurusan : Pendidikan Bahasa Inggris Semester II Siang
    Fakultas : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang
    Assalamualaikum.Wr.Wb
    My name is SITI ROMLAH,i was born in Tangerang on September 15 1987. So i am twenty three year old now.I live in Tangerang with my family and i grew up there. Actualy i come from a big family.Do you know why?…Because i had seven brothers and i had six sisters. My father,mr H.Abdillah and my my mother,mrs Hj.Rosyiah. They were the best dad and mom.
    My father was loving me with taught me about the patient and also taught ame about obey to Allah the almighty. But on October 18 2007 my father was passed away. Our family were very sad and especialy i was very depresion. But my mother gave me attention that the god had loved him and i realized it.
    My mother is a good mom,she is a strong woman and i love her very much,exactly. She always give me motivation to be a good woman.
    I studied at elementary school in MI JAMIATUL GULAM on 1993,then i continued to junior high school in MTS 1 CIPONDOH Tangerang,but just one year. Because my mother always worred if i came back late to house.So in 2000 i continued my study in AT-TAHIYYAH islamic boarding school. I was very lucky,because i had many friends ,they came from many kind regional such as West Sumatra and NTT and each tribes spoke with own regional language. So they must learned BAHASA to communicated with enother. Having friend from many background taught me to respect the differences among people.
    In At-tahiyyah islamic boarding school i studied many lesson,espesially about behavior. And in At-tahiyyah also i got some achivement,it was very proud of my family.

  14. BEAUTY AND THE BEAST
    Once upon a time there lived a merchant. He was a rich man.but one day, he lost all his wealth and became poor. He had six daughters, five of whom were very selfish. But The youngest was called Beauty as she was sweet and lovely. The five sisters were very lazy and complained most of the time. It was Beauty who did all the housework.
    One day there came a pleasant message for the merchant. The message said that one of his ships with all kinds of riches had come to port. The five sisters asked their father to leave immediately and get them all the clothes and jewels. But Beauty did not asked for anything, but her father forced her to asked something. finally Beauty wanted him to get just a rose. Kissing his daughters, the father left with high hopes.
    After traveling for one and a half days, the merchant reached the port only to be told that pirates have sunk his ship. Dejected, he started home with nothing to gift his daughters. As he was traveling, a terrible storm arose and he lost his way in the forest. He was cold and hungry. When he looking for his a way, he saw a huge castle, which looked like a home of very wealthy. He was very tired, and than he went towards the castle.
    When he entered to the castle and looking for someone who lived in the castle, but he finding no one. He entered to mess, and he was happy to see a long table set with a lovely meal. He found fruits, cakes, meats and a fine red wine. He also saw a fire blazing in the fireplace. After a hearty meal, the merchant felt sleepy. He got into the bedroom and fell asleep on a large and comfortable bed.
    The merchant awoke the next morning and walked into the castle garden. Amongst lovely flowers he spotted a beautiful rose bush. He was reminded of his daughter Beauty. As he broke off a lovely rose to gift her daughter, he heard a terrifying noise. He looked up and found an ugly man with the face of a beast. The beast shouted to the merchant, “Are you repaying for the food and shelter by taking a prize rose? You are very ungrateful forgive me!”. “Sorry but I just remind to my daughter, because she want I give her a rose, I will repay in the best way I can” pleaded the merchant.“ Ok I will freed you, and take these things and go. But send one of your daughters to keep the house for me. If you fail to send, you shall die”, warned the Beast. The merchant took the gifts, thanked the Beast and left for his home on his horse. ‘How will I tell my daughters about my business failure? And about my meeting with the Beast?’ he was worried on his way home.
    He loved his daughters very much and was not willing to send anyone to live in that castle. He thought he would definitely die. He reached home and told the story to his daughters. When the story finished, his five daughters blames Beauty because Beauty asked a rose to his father. Beauty loved her father very much and offered to go.
    Though initially Beauty was frightened of the Beast, she found him to be very kind. He arranged for Beauty a lovely room that overlooked the garden. He offered her lovely clothes and stayed out of her way so that Beauty would feel free. One day, in the garden, he expressed his love for her and his intentions of getting married to her. In a gently tone, Beauty told him that he was very kind. Since her father needed her, she will not be able to marry him. In her magic mirror, she saw her father very will and was desperate to get back home. A special ring that would help in going home and coming back safely was given to her, by the Beast.”Do come back within a week. Or I shall die”, the Beast said to Beauty.
    Happy on seeing Beauty, her father recovered fast. The sisters wanted her to stay back to do the housework. Two weeks passed. One night Beauty had a dream that the Beast died. In tears, she hurriedly packed her things, kissed her father good-bye and was back at the castle with the help of the ring.
    But when she back to the castle she did not finding the Beast in the house, Beauty went to the garden. She found him lying on the grass, nearly dead. On seeing Beauty, he got up and told her he had starved himself, as he could not live without her. “You may be ugly, but you are kind and gentle. That is very important to me. You should not die. I love you and will marry you”, said Beauty. And she kissed the beast, and “poof”
    A miracle followed. The Beast changed into a handsome Prince. Beauty could not believe her eyes. He kissed her and narrated how a wicked witch cast a spell over him, changing him into a Beast, until a beautiful young girl promised to marry him. The Prince married Beauty and there was great joy in the land. Beauty pardoned her sisters and invited her father to come and live with them. The sisters became kind and gentle like Beauty and all live happily for the rest of their lives.

  15. Penyebab, Sebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan Pada Air dan Tanah
    Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.
    Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.
    Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.
     Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
    1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
    2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
    3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.
    Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana). DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.
    DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia.
    DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan.
    Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.
    a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
    b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan
    c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.
    d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

    Menurut saya, Memang betul bahwa pencemaran lingkungan yang terjadi pada lingkungan sekitar kita ini pada dasarnya disebabkan oleh tangan kotor manusia yang tidak bertanggung jawab. Tapi perlu di garis bawahi, bahwa tidak semua manusia yang melakukan tindakan yang tidak menguntungan tersebut, hanya sebagian kelompok tertentu.
    Dan yang harus menjadi tugas prioritas utama bagi pemerintah sekarang adalah menindak lanjuti oknum-oknum yang mencemarkan lingkungan sekitar. karena jika hal tersebut masih dibiarkan dan bahkan sampai merajela rela maka lambat laun akan banyak merugikan orang banyak, karena akibat dari pencemaran yang mereka lakukan.

  16. KERUSAKAN HUTAN

    Hutan merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai karena didalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan kayu dan non-kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah, perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi, pariwisata dan sebagainya. Karena itu pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun 1999, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan. Namun gangguan terhadap sumber daya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat.
    Kerusakan hutan yang meliputi : kebakaran hutan, penebangan liar dan lainnya merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asap dari kebakaran hutan mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara. Dan juga gangguan asap karena kebakaran hutan Indonesia akhir-akhir ini telah melintasi batas negara.
    Berbagai upaya pencegahan dan perlindungan kebakaran hutan dan penebangan liar telah dilakukan termasuk mengefektifkan perangkat hukum (undang-undang, PP, dan SK Menteri sampai Dirjen), namun belum memberikan hasil yang optimal. Sejak kebakaran hutan yang cukup besar tahun 1982/83 di Kalimantan Timur, intensitas kebakaran hutan makin sering terjadi dan sebarannya makin meluas. Tercatat beberapa kebakaran cukup besar berikutnya yaitu tahun 1987, 1991, 1994 dan 1997 hingga 2003. Oleh karena itu perlu pengkajian yang mendalam untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan.
    Penebangan liar juga dapat berdampak negatif antara lain dapan menyababkan tanah longsor dan banjir. Oleh karena itu hutan kita perlu adanya penjagaan supaya tidak terjadi kebakaran dan penebangan liar dan yang tidak kita inginkan.
    Penyebab kebakaran hutan sampai saat ini masih menjadi topik perdebatan, apakah karena alami atau karena kegiatan manusia. Namun berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia yang berawal dari kegiatan atau permasalahan sebagai berikut:
    1. Sistem perladangan tradisional dari penduduk setempat yang berpindah-pindah.
    2. Pembukaan hutan oleh para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk insdustri kayu maupun perkebunan kelapa sawit.
    3. Penyebab struktural, yaitu kombinasi antara kemiskinan, kebijakan pembangunan dan tata pemerintahan, sehingga menimbulkan konflik antar hukum adat dan hukum positif negara.
    Perladangan berpindah merupakan upaya pertanian tradisional di kawasan hutan dimana pembukaan lahannya selalu dilakukan dengan cara pembakaran karena cepat, murah dan praktis. Namun pembukaan lahan untuk perladangan tersebut umumnya sangat terbatas dan terkendali karena telah mengikuti aturan turun temurun. Kebakaran liar mungkin terjadi karena kegiatan perladangan hanya sebagai kamuflasa dari penebang liar yang memanfaatkan jalan HPH dan berada di kawasan HPH.
    Pembukaan hutan oleh pemegang HPH dan perusahaan perkebunan untuk pengembangan tanaman industri dan perkebunan umumnya mencakup areal yang cukup luas. Metoda pembukaan lahan dengan cara tebang habis dan pembakaran merupakan alternatif pembukaan lahan yang paling murah, mudah dan cepat. Namun metoda ini sering berakibat kebakaran tidak hanya terbatas pada areal yang disiapkan untuk pengembangan tanaman industri atau perkebunan, tetapi meluas ke hutan lindung, hutan produksi dan lahan lainnya.
    Sedangkan penyebab struktural, umumnya berawal dari suatu konflik antara para pemilik modal industri perkayuan maupun pertambangan, dengan penduduk asli yang merasa kepemilikan tradisional (adat) mereka atas lahan, hutan dan tanah dikuasai oleh para investor yang diberi pengesahan melalui hukum positif negara. Akibatnya kekesalan masyarakat dilampiaskan dengan melakukan pembakaran demi mempertahankan lahan yang telah mereka miliki secara turun temurun. Disini kemiskinan dan ketidak adilan menjadi pemicu kebakaran hutan dan masyarakat tidak akan mau berpartisipasi untuk memadamkannya.
    Sedangkan penebangan liar merupakan suatu kondisi yang sudah tidak asing lagi banyak masyarakat yang tinggal di daerah dekat pegunungan memanfaatkan hutan untuk diambil kayunya,tetapi tanpa meminta izin terlebih dahulu. Dan Akibat Penebangan Hutan, 2.100 Mata Air Mengering
    Setiap tahun rata-rata sekitar 300 mata air mati akibat penebangan terprogram (hutan produksi) maupun penebangan tanaman keras milik penduduk, Akan tetapi akibat berbagai tekanan baik kebutuhan hidup maupun perkembangan penduduk, perlindungan terhadap sumber air maupun tanaman keras atau hutan rakyat semakin berat.

    Kerugian yang ditimbulkannya
    Kebakaran hutan akhir-akhir ini menjadi perhatian internasional sebagai isu lingkungan dan ekonomi khususnya setelah terjadi kebakaran besar di berbagai belahan dunia tahun 1997/98 yang menghanguskan lahan seluas 25 juta hektar. Kebakaran tahun 1997/98 mengakibatkan degradasi hutan dan deforestasi menelan biaya ekonomi sekitar US $ 1,6-2,7 milyar dan biaya akibat pencemaran kabut sekitar US $ 674-799 juta. Kerugian yang diderita akibat kebakaran hutan tersebut kemungkinan jauh lebih besar lagi karena perkiraan dampak ekonomi bagi kegiatan bisnis di Indonesia tidak tersedia. Valuasi biaya yang terkait dengan emisi karbon kemungkinan mencapai US $ 2,8 milyar (Tacconi, 2003).
    Hasil perhitungan ulang kerugian ekonomi yang dihimpun Tacconi (2003), menunjukkan bahwa kebakaran hutan Indonesia telah menelan kerugian antara US $ 2,84 milayar sampai US $ 4,86 milyar yang meliputi kerugian yang dinilai dengan uang dan kerugian yang tidak dinilai dengan uang. Kerugian tersebut mencakup kerusakan yang terkait dengan kebakaran seperti kayu, kematian pohon, HTI, kebun, bangunan, biaya pengendalian dan sebagainya serta biaya yang terkait dengan kabut asap seperti kesehatan, pariwisata dan transportasi.

    Dampak Kebakaran Hutan
    Kebakaran hutan yang cukup besar seperti yang terjadi pada tahun 1997/98 menimbulkan dampak yang sangat luas disamping kerugian material kayu, non kayu dan hewan. Dampak negatif yang sampai menjadi isu global adalah asap dari hasil pembakaran yang telah melintasi batas negara. Sisa pembakaran selain menimbulkan kabut juga mencemari udara dan meningkatkan gas rumah kaca.
    Asap tebal dari kebakaran hutan berdampak negatif karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat terutama gangguan saluran pernapasan. Selain itu asap tebal juga mengganggu transportasi khususnya tranportasi udara disamping transportasi darat, sungai, danau, dan laut. Pada saat kebakaran hutan yang cukup besar banyak kasus penerbangan terpaksa ditunda atau dibatalkan. Sementara pada transportasi darat, sungai, danau dan laut terjadi beberapa kasus tabrakan atau kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa dan harta benda.
    Kerugian karena terganggunya kesehatan masyarakat, penundaan atau pembatalan penerbangan, dan kecelakaan transportasi di darat, dan di air memang tidak bisa diperhitungkan secara tepat, tetapi dapat dipastikan cukup besar membebani masyarakat dan pelaku bisnis. Dampak kebakaran hutan Indonesia berupa asap tersebut telah melintasi batas negara terutama Singapura, Brunai Darussalam, Malaysia dan Thailand.
    Dampak lainnya adalah kerusakan hutan setelah terjadi kebakaran dan hilangnya margasatwa. Hutan yang terbakar berat akan sulit dipulihkan, karena struktur tanahnya mengalami kerusakan. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah tererosi, dan tidak dapat lagi menahan banjir. Karena itu setelah hutan terbakar, sering muncul bencana banjir pada musim hujan di berbagai daerah yang hutannya terbakar. Kerugian akibat banjir tersebut juga sulit diperhitungkan.
    Analisis dampak kebakaran hutan masih dalam tahap pengembangan awal, pengetahuan tentang ekosistem yang rumit belum berkembang dengan baik dan informasi berupa ambang kritis perubahan ekologis berkaitan dengan kebakaran sangat terbatas, sehingga dampak kebakaran hutan sulit diperhitungkan secara tepat. Meskipun demikian, berdasarkan perhitungan kasar yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa kebakaran hutan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat sekitarnya, bahkan dampak tersebut sampai ke negara tetangga.
    Sejak kebakaran hutan yang cukup besar yang terjadi pada tahun 1982/83 yang kemudian diikuti rentetan kebakaran hutan beberapa tahun berikutnya dan juga penebangan liar yang terjadi di indonesia ini sebenarnya telah dilaksanakan beberapa langkah, baik bersifat antisipatif (pencegahan) maupun penanggulangannya.
    Upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dilakukan antara lain :
    (a) Memantapkan kelembagaan dengan membentuk dengan membentuk Sub Direktorat Kebakaran Hutan dan Lembaga non struktural berupa Pusdalkarhutnas, Pusdalkarhutda dan Satlak serta Brigade-brigade pemadam kebakaran hutan di masing-masing HPH dan HTI;
    (b) Melengkapi perangkat lunak berupa pedoman dan petunjuk teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan;
    (c) Melengkapi perangkat keras berupa peralatan pencegah dan pemadam kebakaran hutan.
    (d) Melakukan pelatihan pengendalian kebakaran hutan bagi aparat pemerintah, tenaga BUMN dan perusahaan kehutanan serta masyarakat sekitar hutan.
    (e) Kampanye dan penyuluhan melalui berbagai Apel Siaga pengendalian kebakaran hutan.
    (f) Pemberian pembekalan kepada pengusaha (HPH, HTI, perkebunan dan Transmigrasi), Kanwil Dephut, dan jajaran Pemda oleh Menteri Kehutanan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup.
    (g) Dalam setiap persetujuan pelepasan kawasan hutan bagi pembangunan non kehutanan, selalu disyaratkan pembukaan hutan tanpa bakar.
    Upaya pencegahan agar tidak terjadi penebangan liar diantaranya :
    1. Hutan kita yang belum ada penjaga hutan harus diadakannya penjagaan agar tidak terjadi pencurian.
    2. Diberikan larangan supaya para penebang liar tidak melakukan pencurian
    3. Diberikan sanksi barang siapa yang mengambil hasil hutan dengan sengaja.
    Disamping melakukan pencegahan, pemerintah juga nelakukan penanggulangan melalui berbagai kegiatan antara lain :
    (a) Memberdayakan posko-posko kebakaran hutan an juga penjagaan di semua tingkat, serta melakukan pembinaan mengenai hal-hal yang harus dilakukan selama siaga I dan II.
    (b) Mobilitas semua sumberdaya (manusia, peralatan & dana) di semua tingkatan, baik di jajaran Departemen Kehutanan maupun instansi lainnya, maupun perusahaan-perusahaan.
    (c) Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat melalui PUSDALKARHUTNAS dan di tingkat daerah melalui PUSDALKARHUTDA Tk I dan SATLAK kebakaran hutan dan lahan.
    (d) Meminta bantuan luar negeri untuk memadamkan kebakaran antara lain: pasukan BOMBA dari Malaysia untuk kebakaran di Riau, Jambi, Sumsel dan Kalbar.

    Peningkatan Upaya Pencegahan dan Penanggulangan
    Upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan selama ini ternyata belum memberikan hasil yang optimal dan kebakaran hutan masih terus terjadi pada setiap musim kemarau. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain:
    1. Kemiskinan dan ketidak adilan bagi masyarakat pinggiran atau dalam kawasan hutan.
    2. Kesadaran semua lapisan masyarakat terhadap bahaya kebakaran masih rendah
    3. Kemampuan aparatur pemerintah khususnya untuk koordinasi, memberikan penyuluhan untuk kesadaran masyarakat, dan melakukan upaya pemadaman kebakaran semak belukar dan hutan masih rendah.
    4. Upaya pendidikan baik formal maupun informal untuk penanggulangan kebakaran hutan belum memadai.
    Hasil identifikasi dari serentetan kebakaran hutan menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia dan faktor yang memicu meluasnya areal kebakaran adalah kegiatan perladangan, pembukaan HTI dan perkebunan serta konflik hukum adat dengan hukum negara, maka untuk meningkatkan efektivitas dan optimasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan perlu upaya penyelesaian masalah yang terkait dengan faktor-faktor tersebut.

    Di sisi lain belum efektifnya penanggulangan kebakaran disebabkan oleh faktor kemiskinan dan ketidakadilan, rendahnya kesadaran masyarakat, terbatasnya kemampuan aparat, dan minimnya fasilitas untuk penanggulangan kebakaran, maka untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan di masa depan antara lain:
    a. Melakukan pembinaan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pinggiran atau dalam kawasan hutan, sekaligus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan semak belukar.
    b. Memberikan penghargaan terhadap hukum adat sama seperti hukum negara, atau merevisi hukum negara dengan mengadopsi hukum adat.
    c. Peningkatan kemampuan sumberdaya aparat pemerintah melalui pelatihan maupun pendidikan formal. Pembukaan program studi penanggulangan kebakaran hutan merupakan alternatif yang bisa ditawarkan.
    d. Melengkapi fasilitas untuk menanggulagi kebakaran hutan, baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya.
    e. Penerapan sangsi hukum pada pelaku pelanggaran dibidang lingkungan khususnya yang memicu atau penyebab langsung terjadinya kebakaran.

  17. Pencegahan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan

    Bumi kita rusak. Kadang kita menyalahkan tangan-tangan jahil yang merambah hutan sehingga terjadi kebakaran, kadang kita juga menggerutu pada asap kendaraan bermotor yang bertimbal, tetapi kita tak pernah sadar bahwa kita sebenarnya bagian dari kawanan perusak bumi. Mengapa? Karena kita tak mau peduli akan lingkungan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Mungkin hanya segelintir orang yang mau peduli -namun itu juga terhalang oleh mereka yang cenderung apatis terhadap lingkungannya. Kita harus menjaga bumi kita, lingkungan kita, dan terus melestarikannya demi anak cucu kita. Betapa indahnya lingkungan kita bila kita saling menjaga, mulai peduli, dan bergerak demi sesuatu yang sangat pasti yaitu keberlangsungan hidup kita dibumi dengan udara bersih, air yang layak, sinar matahari yang aman, dan tentu masih banyak lagi yang membuat kita semakin nyaman, sehingga 22 April sebagai hari Bumi atau 5 Juni sebagai hari lingkungan hidup sedunia tidak lagi hari yang hanya diperingati namun kita tak melakukan apa-apa setelah hari itu.

    Salah satu faktor kerusakan bumi ialah pencemaran, baik berupa pencemaran udara, air, ataupun tanah. Semua itu membuat bumi semakin sengsara. Oleh karena itu semua hal yang menyangkut pelarangan membuang limbah ke bumi haruslah kita dukung untuk kepentingan kita bersama. Tak sedikit dari pencemaran itu merupakan hal yang sangat merugikan. Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas. Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

    Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi. Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.

    Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran. Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

    Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.

    Jenis-jenis sampah

    Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami. Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Namun dari 30% sisa dari sampah anorganik ini menimbulkan banyak masalah tersendiri bagi kita.

    Penyelesaian masalah pencemaran

    Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya. Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

    Bentuk pencegahan lainnya yaitu melalui teknologi. Melalui teknologi kemungkinan masalah lingkungan yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan lebih cepat lagi. Tetapi tentunya teknologi membutuhkan biaya besar. Sebut saja teknologi yang diberlakukan di negara Singapura yaitu teknologi incinerator (pembakar sampah) yang menggunakan dana mencapai milyaran rupiah. Sehingga teknologi pembakaran sampah itu sama sekali tidak menimbulkan masalah pencemaran udara. Kenapa? karena teknologi itu benar-benar diterapkan sesuai dengan spesifikasi dan persyaratannya. Semua asap yang keluar dari insinerator tidak boleh mengotori udara. Setiap asap yang keluar dari alat tersebut dipantau dengan alat ukur antipolutan. Jika ada asap hitam yang keluar, berarti insinerator itu harus diperbaiki atau diganti.

    Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untukmengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.

    Bentuk pengendalian lainnya salah satunya adalah Produksi Bersih dan Prinsip 4R. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:

    Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

    Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

    Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

    Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

    Contoh dari barang-barang yang bias menggunakan prinsip 4R ialah botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, krim kopi dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis (minyak atau plastik). Logam bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue, rangka meja, besi rangka beton dll. Plastik bekas wadah sampo, air mineral, jerigen, ember dan lain sebagainya.

    Menurut saya sampah seperti kantong kresek sebaiknya diganti dengan kertas karton saja. Seperti di negeri lain yang sudah menggunakan kertas untuk berbelanja. Karena sampah plastik memerlukan waktu yang lama untuk menyatu dengan tanah. Alangkah baiknya jika kita peduli dengan bumi kita tercinta ini.

  18. STUDI KASUS
    MASALAH INTERNET

    A.Sekilas Tentang Internet

    1. Arti Internet
    Secara harfiah, internet kependekan dari Interconnectet networking ialah rangkaian komputer yang terhubung didalam beberapa rangkaian. Jadi, secara luas internet dapat diartikan yaitu jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar diseluruh dunia.

    2. Perkembangan Internet
    sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet diseluruh dunia mencapai lebih dari 40 jt dan jumlah terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan bahkan triliyunan, isinya memuat bemacam-macam topik.
    Perkembangan internet juga mempengaruhi perkebangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui internet. Selain itu internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan seperti di Kabupaten sragen. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu dan pandangan dunia.

    B. Masalah-Masalah Dan Dampak Yang Timbul Akibat Perkembangan Internet

    1. Budaya Internet
    Jumlah pengguna internet yang besar dan semakin berkembang telah mewujudkan budaya internet. Baik bagi orang dewasa, anak-anak, kalangan atas, menengah, sampai bawah dengan mudah mengakses internet. Karena sekarang ini internet juga semakin banyak digunakan ditempat-tempat umum seperti, perpustakaan, dan warnet. Selain itu terdapat pula ditempat-tempat awam seperti, internet kios, telepon web, dll. Jadi siapa saja biasa dengan mudah mempergunakan internet.
    Masalah yang kita hadapi sekarang ini adalah para pengguna internet yang memanfaatkan jaringan ini untuk melakukan tindakan-tindakan kriminalitas yang melanggar hukum, serta berbuat hal-hal yang negatif yang disebarkan melalui internet. Dan masih banyak masalah-masalah lainnya.Ironisnya para pelajar maupun anak-anak dibawah umur terkena dampak negatifnya. Karena akses internet yang sangat mudah dan gampang dijumpai kita para orang dewasa/orang tua terkadang ceroboh dan lalai dalam mengawasi perkembangan teknologi yang diterima oleh anak-anak tanpa menyaring terlebih dahulu. Membudayanya internet bahkan bisa membuat seorang kecanduan dan rela menghabuskan banyak waktu dan uang demi kepuasannya.
    terdapat kebimbangan masyarakat tentang internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi didalamnya. Seperti pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian/curahan hati seseorang yang berujung dipengadilan. Seperti kasus Prita dan luna Maya, dan masih banyak kasus-kasus lainnya.

    2. Dampak Dari Perkembangan Internet Di Lihat Dari 2 Segi Yaitu:
    -> Segi Positif
    a. Internet sebagai media komunikasi.
    b. Internet sebagai media pertukaran data.
    c. Internet sebagai media mencari informasi/data.
    d. Dengan internet memudahkan kita dalam memperoleh informasi.
    e. Internet dapat digunakan sebagai lahan inforkmasi untuk pendidikan maupun kebudayaan.
    f. Serta dengan internet memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan berbisnis.

    -> Segi Negatif
    a. Tindakan pornografi yang semakin merajalela yang disebarkan melalui internet yang akan
    merusak moral generasi penerus bangsa.
    b. Kasus penipuan semaki dijumpai dalam internet dan kejahatanpun ikut berkembang.
    c. Perjudian bisa dilakukan di internet. Kadang pengguna internet sering tergiur dengan situs
    ini.
    d. Game On-line pun membawa dampak negatif bagi para pelajar.
    e. Mengurangi sifat sosial manusia, karena lebih suka berhubungan lewat internet dari pada
    bertemu secara langsung.
    f. Bisa membuat orang kecanduan.
    g. Kasus penculikan dan pembunuhan yang terjadi melalui internet dalam jejaring Facebook.

    C. Cara Mengatasi Dampak Negatif Dari Perkembangan Internet
    a. Memperkuat hukum yang ada di Indonesia. Khususnya UU Telekomunikasi Th.1999.
    Dengan diperkuat hukum yang ada maka setiap orang tidak seenaknya lagi melanggar
    hukum. Dan memberikan sanksi yang tegas kepada penjahat dunia maya.
    b.Para pengguna jasa internet khususnya bidang perdagangan dan bisnis berhati-hati dan
    teliti dalam menerima tawaran bisnis.
    c. Lebih bisa mengontrol diri untuk tidak tergiur dengan iklan-iklan yang memberikan janji
    hadiah yang besar.
    d. Para orang tuapun harus berperan aktif dalam mengikuti perkembangan teknologi yang
    ada saat ini termasuk facebook, dengan begitu orang tua dapat memantau siapa saja yang
    menjadi teman-teman anaknya dan apa saja yang dilakukan sang anak dengan teman
    facebooknya.
    e. Bagi para pelajar harus bisa membagi waktu antara bermain dan belajar.
    f. Mengurangi waktu dalam penggunaan internet yang berlebihan.
    g. lebih sering berinteraksi dengan orang-orang disekitar.

  19. Study kasus” GLOBAL WORMING”

    Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal.
    Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?
    Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

    Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

    Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

    Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

    Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

    Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

    Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

    Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

    Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.

    Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

    Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

    TERMAKASIH” febri hafiz” from bhs inggris(siang)

  20. The Bad Pollution in Industrialized Areas

    Pollution in most industrialized areas in Indonesia are very serious,it seems that the negative effects of the pollutans are ignore by the factories.
    In big cities we have found that many factories produce kinds of pollutans continoustly .The industries release various kind of chemical subtances,smoke,noise, ect.Then the pollutants contaminate the soil,air and water.Mercury,which was spread in the gulf of Buyat, is an appropriate example that shows the badness of the water pollution.
    As a result,more people are sick because of yhe pollutants.It is because the people especially in industrialized areas drink the contaminated water,and breathe the polluted air.In addition,the noise can create a bad atmosphere around the factories and it creates hearing problem and stress.
    Other fatal effect of the pollutions is that more animals are contaminated.This is dangerous to humans being who consume them.When the fish in the sea and rivers era polluted by the chemical waste,the humans who eat them will surely be contaminated.So,cases of suffering from kinds of diseases will increase.
    Responding to the bad effects of the pollution,the goverment should overcome the bad situation soon by reinforcing the law and amending industrial regulations;other wise more victims will suffer from serious sickness and die.

  21. Tika Silayanti
    FKIP B.INGGRIS
    Kls: Siang

    PERMASALAHAN SAMPAH DI INDONESIA

    Sebenarnya, sebagian sampah di tanah Indonesia akan hancur dan sebagian lagi tidak mudah hancur. Sampah yang tidak mudah hancur contohnya adalah plastik. Sebuah keluarga yang menggali tanahnya untuk tempat sampah dan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalamnya membuat tanah menjadi tercemar (terpolusi). Ketika tanah yang digali itu penuh dengan sampah dan sampah plastik, keluarga itu menimbunnya dengan tanah. Mereka pun menggali tanah yang baru di bagian lain dari halaman rumahnya. Dari tahun ke tahun yang dilakukannya adalah menggali tanah baru di halamannya. Sampai suatu ketika tidak ada lagi tanah yang belum digali untuk tempat sampah. Ia pun memutuskan untuk menggali lubang yang paling awal digali untuk tempat sampah dengan harapan, sampah yang ada di dalamnya sudah hancur. Tetapi ia menyadari bahwa sampah plastik dan beberapa jenis sampah lainnya tidak hancur dimakan tanah.

    Beberapa sampah di Indonesia sebenarnya dapat hancur oleh tanah, misalnya sisa makanan. Sisa makanan itu akan hancur dan membusuk. Bila menempel di tanah, maka tanah akan mendaur ulang (mengurai) sisa makanan itu. Sama sekali tidak akan tercium bau busuknya. Hal ini berbeda dengan sisa makanan yang terbungkus plastik (misalnya nasi bungkus). Nasinya akan membusuk tetapi plastiknya menahan penguraian bakteri. Baunya akan menyengat dan asam. Binantang seperti anjing, kucing dan ayam pun membuang kotoran. Tetapi kotoran mereka tidak ditahan oleh plastik sehingga kotoran mereka hancur dimakan tanah. Kotoran binatang yang biasanya ada di tanah akan mudah hancur dalam beberapa hari dan tidak lagi berbau.

    Oleh karena itu seseorang yang hendak membuang sampah di tanah, mesti membedakan antara sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang relatif mudah hancur. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur. Contoh sampah organik adalah sisa sayuran di dapur, sisa makanan, kertas, tisu. Contoh sampah anorganik adalah plastik, logam, kaleng, pecahan botol, pecahan gelas, pecahan kaca. Lazimnya, setiap orang di Indonesia tahu sampah yang mudah hancur dan tak mudah hancur.

    Sampah yang tak mudah hancur (anorganik) lebih baik buang di tempat sampah yang akan diangkut oleh tukang sampah. Dengan demikian tanah tidak akan tercemar dengan plastik dan logam.

  22. Pencegahan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
    Bumi kita rusak. Kadang kita menyalahkan tangan-tangan jahil yang merambah hutan sehingga terjadi kebakaran, kadang kita juga menggerutu pada asap kendaraan bermotor yang bertimbal, tetapi kita tak pernah sadar bahwa kita sebenarnya bagian dari kawanan perusak bumi. Mengapa? Karena kita tak mau peduli akan lingkungan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Mungkin hanya segelintir orang yang mau peduli -namun itu juga terhalang oleh mereka yang cenderung apatis terhadap lingkungannya. Kita harus menjaga bumi kita, lingkungan kita, dan terus melestarikannya demi anak cucu kita. Betapa indahnya lingkungan kita bila kita saling menjaga, mulai peduli, dan bergerak demi sesuatu yang sangat pasti yaitu keberlangsungan hidup kita dibumi dengan udara bersih, air yang layak, sinar matahari yang aman, dan tentu masih banyak lagi yang membuat kita semakin nyaman, sehingga 22 April sebagai hari Bumi atau 5 Juni sebagai hari lingkungan hidup sedunia tidak lagi hari yang hanya diperingati namun kita tak melakukan apa-apa setelah hari itu.

    Salah satu faktor kerusakan bumi ialah pencemaran, baik berupa pencemaran udara, air, ataupun tanah. Semua itu membuat bumi semakin sengsara. Oleh karena itu semua hal yang menyangkut pelarangan membuang limbah ke bumi haruslah kita dukung untuk kepentingan kita bersama. Tak sedikit dari pencemaran itu merupakan hal yang sangat merugikan. Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas. Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

    Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi. Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.

    Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran. Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

    Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.

    Jenis-jenis sampah

    Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami. Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Namun dari 30% sisa dari sampah anorganik ini menimbulkan banyak masalah tersendiri bagi kita.

    Penyelesaian masalah pencemaran

    Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya. Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

    Bentuk pencegahan lainnya yaitu melalui teknologi. Melalui teknologi kemungkinan masalah lingkungan yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan lebih cepat lagi. Tetapi tentunya teknologi membutuhkan biaya besar. Sebut saja teknologi yang diberlakukan di negara Singapura yaitu teknologi incinerator (pembakar sampah) yang menggunakan dana mencapai milyaran rupiah. Sehingga teknologi pembakaran sampah itu sama sekali tidak menimbulkan masalah pencemaran udara. Kenapa? karena teknologi itu benar-benar diterapkan sesuai dengan spesifikasi dan persyaratannya. Semua asap yang keluar dari insinerator tidak boleh mengotori udara. Setiap asap yang keluar dari alat tersebut dipantau dengan alat ukur antipolutan. Jika ada asap hitam yang keluar, berarti insinerator itu harus diperbaiki atau diganti.

    Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untukmengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.

    Bentuk pengendalian lainnya salah satunya adalah Produksi Bersih dan Prinsip 4R. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:

    Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

    Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

    Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

    Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

    Contoh dari barang-barang yang bias menggunakan prinsip 4R ialah botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, krim kopi dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis (minyak atau plastik). Logam bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue, rangka meja, besi rangka beton dll. Plastik bekas wadah sampo, air mineral, jerigen, ember dan lain sebagainya.

  23. Devi Tamala (FKIP B.Inggris Malam)

    STUDY KASUS : PENCEMARAN LINGKUNGAN

    I. Masalah.
    Dampak limbah sablon terhadap air, pekerja, masyarakat dan lingkungan sekitar.

    II. Rumusan Masalah
    a. Apakah dampak yang timbul dari limbah sablon?
    b. Apakah dampak berpenggruh beasr terhadap makhluk hidup yang berasda disekitar pabrik sablon?
    c. Bagaimana reaksi atau masyarakat dalam menangani dampak limbah tersebut?

    III. Observasi.
    1. Daerah industri
    2. Pembuangan limbah industri.
    3. Penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain.
    4. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat

    IV. Hipotesis.
    Bagaimana cara penanganan yang baik dari dampak limbah sablon?

    V. experimen.
    Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
    1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
    2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
    3. Berada di tempat yang tidak tepat.
    Keterangan
    Dilakukan secara langsung dengan mengamati serta memperhatikan keadaan sekitar karena lingkungan tempat tinggal berada di Kawasan Industri.
    Tujuan
    Untuk mengetahui penyebab pencemaran dan pengaruhnya terhadap Mahluk Hidup selain itu untuk mengetahui bagaimana pengendalian/meminimalisir keadaan tersebut.

    VI. SOLUSI.
    1. Meenempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
    atau pemukiman penduduk.
    2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan
    atau ekosistem.
    3. Menetralkan limbah sebelum di buang ke air.
    4. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain
    yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
    5. Memperluas gerakan penghijauan.
    6. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
    7. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
    sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.

    VI. KESIMPULAN
    Setelah saya teliti melalui peninjauan langsung ke tempat penelitian dan melalui observasi. Dapat di simpulkan bahwa dampak yang timbul dari limbah pabrik sablon mengakibatkan :
    1. Pencemaran Air
    Fakta
    - Air menjadi keruh
    - Berbau
    - Berwarna hitam pekat
    2. Pencemaran Udara
    Fakta
    - Bau yang menyengat yang mengakibatkan pening dan mual akibat dari banyaknya penggunaan bahan-bahan kimia.
    3. Pencemaran Tanah
    - Tanah menjadi tidak subur, sehingga tumbuhan yang tumbuh di sekitar tidak tumbuh subur dan lama mengahasilkan buah.
    Bahkan menurut penilitian melalui observasi langsung terhadap :
    A. Pekerja
    - Merasa pusing dan sesak napas saat bekerja
    - Badan menjadi kurus
    Jadi masalah seperti ini jangan dianggap remeh atau kecil karena lama-kelamaan akan berakibat fatal. Dampak dari pabtik sablon bukan hanya air yang kotor, namun berbagai makhluk hidup lainpun terkena imbasnya. Apabila air, tanah, dan udara ditempat tinggal kita sudah tercemar, maka wabah penyakit pun tidak segan-segan untuk menghinggap di lingkungan kita. Dan kita akan kesulitan untuk mencari sesuatu yang bersih dan sehat. Alternatif lain adalah menjaga lingkungan kita untuk selalu bersih dan lakukan penghijauan.

  24. SAMPAH DI TANAH INDONESIA

    Permasalahan sampah di Bandung sudah menjadi permasalahan serius yang melibatkan setiap keluarga dan setiap warga.

    Sebenarnya, sebagian sampah di tanah Indonesia akan hancur dan sebagian lagi tidak mudah hancur. Sampah yang tidak mudah hancur contohnya adalah plastik. Sebuah keluarga yang menggali tanahnya untuk tempat sampah dan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalamnya membuat tanah menjadi tercemar (terpolusi). Ketika tanah yang digali itu penuh dengan sampah dan sampah plastik, keluarga itu menimbunnya dengan tanah. Mereka pun menggali tanah yang baru di bagian lain dari halaman rumahnya. Dari tahun ke tahun yang dilakukannya adalah menggali tanah baru di halamannya. Sampai suatu ketika tidak ada lagi tanah yang belum digali untuk tempat sampah. Ia pun memutuskan untuk menggali lubang yang paling awal digali untuk tempat sampah dengan harapan, sampah yang ada di dalamnya sudah hancur. Tetapi ia menyadari bahwa sampah plastik dan beberapa jenis sampah lainnya tidak hancur dimakan tanah.

    Beberapa sampah di Indonesia sebenarnya dapat hancur oleh tanah, misalnya sisa makanan. Sisa makanan itu akan hancur dan membusuk. Bila menempel di tanah, maka tanah akan mendaur ulang (mengurai) sisa makanan itu. Sama sekali tidak akan tercium bau busuknya. Hal ini berbeda dengan sisa makanan yang terbungkus plastik (misalnya nasi bungkus). Nasinya akan membusuk tetapi plastiknya menahan penguraian bakteri. Baunya akan menyengat dan asam. Binantang seperti anjing, kucing dan ayam pun membuang kotoran. Tetapi kotoran mereka tidak ditahan oleh plastik sehingga kotoran mereka hancur dimakan tanah. Kotoran binatang yang biasanya ada di tanah akan mudah hancur dalam beberapa hari dan tidak lagi berbau.

    Oleh karena itu seseorang yang hendak membuang sampah di tanah, mesti membedakan antara sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang relatif mudah hancur. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur. Contoh sampah organik adalah sisa sayuran di dapur, sisa makanan, kertas, tisu. Contoh sampah anorganik adalah plastik, logam, kaleng, pecahan botol, pecahan gelas, pecahan kaca. Lazimnya, setiap orang di Indonesia tahu sampah yang mudah hancur dan tak mudah hancur.

    Sampah yang tak mudah hancur (anorganik) lebih baik buang di tempat sampah yang akan diangkut oleh tukang sampah. Dengan demikian tanah tidak akan tercemar dengan plastik dan logam.

  25. Devi Tamala (FKIP B.Inggris Malam)

    STUDY KASUS : PENCEMARAN LINGKUNGAN

    I. Masalah.
    Dampak limbah sablon terhadap air, udara, tanah,dan pekerja, masyarakat serta lingkungan sekitar.

    II. Rumusan Masalah
    a. Apakah dampak yang timbul dari limbah sablon?
    b. Apakah dampak berpenggruh beasr terhadap makhluk hidup yang berasda disekitar pabrik sablon?
    c. Bagaimana reaksi atau masyarakat dalam menangani dampak limbah tersebut?

    III. Observasi.
    1. Daerah industri
    2. Pembuangan limbah industri.
    3. Penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain.
    4. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat

    IV. Hipotesis.
    Bagaimana cara penanganan yang baik dari dampak limbah sablon?

    V. Experimen.
    Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
    1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
    2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
    3. Berada di tempat yang tidak tepat.
    Keterangan
    Dilakukan secara langsung dengan mengamati serta memperhatikan keadaan sekitar karena lingkungan tempat tinggal berada di Kawasan Industri.
    Tujuan
    Untuk mengetahui penyebab pencemaran dan pengaruhnya terhadap Mahluk Hidup selain itu untuk mengetahui bagaimana pengendalian/meminimalisir keadaan tersebut.

    VI. SOLUSI.
    1. Meenempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan
    atau pemukiman penduduk.
    2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan
    atau ekosistem.
    3. Menetralkan limbah sebelum di buang ke air.
    4. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain
    yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
    5. Memperluas gerakan penghijauan.
    6. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
    7. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup
    sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.

    VI. KESIMPULAN
    Setelah saya teliti melalui peninjauan langsung ke tempat penelitian dan melalui observasi. Dapat di simpulkan bahwa dampak yang timbul dari limbah pabrik sablon mengakibatkan :
    1. Pencemaran Air
    Fakta
    - Air menjadi keruh
    - Berbau
    - Berwarna hitam pekat
    2. Pencemaran Udara
    Fakta
    - Bau yang menyengat yang mengakibatkan pening dan mual akibat dari banyaknya penggunaan bahan-bahan kimia.
    3. Pencemaran Tanah
    - Tanah menjadi tidak subur, sehingga tumbuhan yang tumbuh di sekitar tidak tumbuh subur dan lama mengahasilkan buah.
    Bahkan menurut penilitian melalui observasi langsung terhadap :
    A. Pekerja
    - Merasa pusing dan sesak napas saat bekerja
    - Badan menjadi kurus
    Jadi masalah seperti ini jangan dianggap remeh atau kecil karena lama-kelamaan akan berakibat fatal. Dampak dari pabrik sablon bukan hanya air yang kotor, namun berbagai makhluk hidup lainpun terkena imbasnya. Apabila air, tanah, dan udara ditempat tinggal kita sudah tercemar, maka wabah penyakit pun tidak segan-segan untuk menghinggap di lingkungan kita. Dan kita akan kesulitan untuk mencari sesuatu yang bersih dan sehat.Pengunaan tehnologi pun tidak terlepas juga akan menghasilkan dampak suatu hal yang laur biasa pada keadaan masa depan. Alternatif lain adalah menjaga lingkungan kita untuk selalu bersih dan lakukan penghijauan.

  26. KRISIS EKOLOGI
    Krisis ekologi bermula dari jumlah manusia yang semakin meningkat, sehingga terjadi over population, sementara kita memiliki keterbatasan daya dukung alam. Ditambah lagi, sifat manusia yang antroposentris, terlalu egois menguras kekayaan alam.

    Bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna yang dilengkapi dengan akal, itu benar. Tapi apakah kemudian kita bisa seenaknya mengeksploitasi sumber daya alam dengan mengabaikan kehadiran makhluk yang lain? Juga, patutkah kita mengabaikan kelestariannya? Manusia kadang memilki pikiran instan. Short-term action. Melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. Padahal, apa yang dilakukannya ternyata membawa bencana di masa datang. Lihat saja, beberapa krisis ekologi di negeri ini.

    Kerusakan hutan, menurut pemberitaan media, Indonesia adalah perusak hutan tercepat di dunia, sebesar 2 persen/tahun (1,87 juta hektar), atau 51 km/hari. Itu berarti, seluas 300 lapangan sepak bola/jam (Kompas, 21 Maret 2007).

    Pencemaran akibat pertambangan. Banyak sungai di Pongkor, Jawa Barat dan Timika, Papua yang tercemari akibat proses penambangan emas dan tembaga. Di Kabupaten Mungkur Raya, Kalimantan Tengah, lahan-lahan banyak yang rusak akibat pertambangan batu bara. Belum lagi bencana yang ditimbulkan akibat pertambangan, yang paling terkenal adalah ledakan sumur migas Sukowati 5, desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro; Desa Ngampel dan Sambiroto di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Kecelakaan migas di tempat ini terjadi hampir setiap tahun dalam lima tahun terakhir di Jawa Timur.

    Lebih dari 13 juta penduduk yang sumber hidupnya berada dalam wilayah 16 blok migas (1.796.072,03 Ha) kita menghadapi resiko besar. Sampai saat ini sudah lebih dari 148 orang warga dirawat di RS Sosodoro Djatikoesoemo, sedang lebih dari 2000 warga lainnya mengungsi ke daerah aman. Bencana akibat lumpur Lapindo di Sidoarjo sampai sekarang juga belum terlihat tanda-tanda penyelesaiannya. Ribuan warga harus kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat keteledoran dalam eksplorasi gas alam.

    Pencemaran udara yang menimbulkan penipisan lapisan ozon dan pemanasan global. Selain itu, pencemaran udara juga membuat lebih dari 3 juta jiwa meninggal. Penyakit yang disebabkan polusi udara menajdi penyumbang 5% dari angka mortalitas dunia, yaitu 55 juta orang per tahun. Ada lebih banyak lagi penderita masalah kesehatan yang parah dari efek samping polusi udara, yakni kanker paru-paru, asma, penyakit cardio vaskuler, penyakit “chronic obstructive pulmonary”. Kehidupan yang produktif pun diperpendek oleh masalah kesehatan yang disebabkan oleh menghirup udara yang kotor (WHO, 2003).

    Dampak Krisis Ekologi bagi Keseimbangan Ekologi

    Krisis ekologi akan mengganggu keseimbangan ekologi, yang akhirnya akan kembali mengancam eksistensi manusia sebagai pelaku utama dalam ekologi. Dengan terganggunya keseimbangan ekologi, maka kemampuan alam untuk produksi akan semakin menurun, sedangkan kebutuhan manusia akan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi. Akibatnya, alam menjadi rusak, sebab manusia terus memanfaatkannya tanpa adanya usaha pemulihan kembali. Efek samping dari kerusakan tersebut adalah timbulnya bencana alam yang menelan banyak korban, baik fisik ataupun material, bahkan sampai ke mental. Banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan cukuplah menjadi bukti dan saksi akan kelalaian manusia mengelola alam.
    Penyebab Krisis Ekologi

    Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa krisis ekologi yang selama ini terjadi adalah akibat ulah manusia sendiri sebagai subyeknya. Ulah manusia yang tidak tahu diri, yang selalu `think to taking not think to giving`, yang inginnya menerima tapi tak mau memberi, yang menyebabkan tidak adanya hubungan timbal-balik sebagai syarat ideal bagi keseimbangan alam. Kita menebang pohon di hutan secara sembarangan, tapi tak mau menanam pohon yang baru. Akibatnya, laju pertumbuhan pohon jauh sekali perbedaannya dari laju penebangannya, yang selanjutnya akan menyebabkan hutan menjadi gundul, sehingga banjir tak bisa dihindari. Kita memanfaatkan alam, tapi tak mau melestarikannya. Kita mengeksploitasi, tapi tak mau merehabilitasi. Kita menjadi korban atas ulah kita sendiri. Kita bunuh diri secara perlahan.
    Selain hal di atas, permasalahannya adalah kita belum siap untuk menghadapi perubahan. Harus ada konsekuensi untuk setiap tindakan kita. Harus ada pertanggungjawaban atas kondisi yang kita buat sendiri. Over population sebagai basis permasalahan krisis ekologi belum bisa kita tanggulangi. Seharusnya, ketika terjadi peningkatan populasi, kita menetralkannya dengan meningkatkan teknologi, organisasi sosial, dan kondisi lingkungan sehingga tidak terjadi ketimpangan. Sehingga keseimbangan akan tetap terbentuk.
    Akar Permasalahan Krisis Ekologi

    Permasalahn krisis ekologi secara garis besar mencakup pencemaran, kerusakan sunber daya alam, simplifikasi ekologi dan rekayasa genetika. Semua itu berhubungan erat dengan problema sosial lain.
    1. Kemiskinan.
    Manusia melakukan kerusakan ekologi, karena kondisi yang memaksa mereka melakukan itu. Mereka ingin tetap hidup. Mereka butuh makan. Namun, mereka tak punya harta untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka punya alam di sekitar mereka. Sayangnya, karena kemiskinan, mereka tak tahu bagaimana cara mengelolanya dengan baik, karena mereka tidak punya kesempatan untuk sekolah, untuk tahu bagaimana seharusnya memanfaatkan alam. Maka, merekapun memanfaatkannya tanpa pengetahuan (knowledge), yang penting bisa hidup (survive), dan terjadilah kerusakan itu.
    2. Gaya hidup.
    Semua orang ingin kaya, ingin sejahtera. Itu jelas. Maka, merekapun berlomba untuk mendapatkan kekayaan. Alam menyediakan kekayaan tersebut. Mereka bukan tidak tahu, mereka tahu, sangat tahu. Bahwa tindakannya akan merusak alam, bahwa eksploitasi yang mereka lakukan akan menyengsarakan generasi mendatang. Tapi, mereka serakah, dan keserakahan tersebut menutup kemanusiaan mereka.
    3. Pudarnya adat.
    Setiap adat biasanya punya nilai-nilai dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Salah satu nilai tersebut adalah bagaimana bisa hidup sejalan dengan alam, menggunakan, tapi tetap melestarikan. Tapi, kini nilai adat itu kian memudar, ditelan zaman yang semakin modern, walaupun tidak semua kemodernan tersebut membawa kebaikan.
    Jika ditarik benang merahnya, maka kita akan menemukan bahwa semua faktor di atas disebabkan oleh sifat manusia yang antroposentris, yang menganggap bahwa mereka sebagai manusia posisinya di atas makhluk hidup dan benda lainnya. Bahwa mereka punya kekuasaan yang lebih untuk melakukan apapun terhadap yang lain. Padahal, Allah menciptakan semua makhluk untuk saling melengkapi, untuk saling memenuhi kebutuhan. Bukan untuk merusak dengan dalih kebutuhan. Selain itu, manusia juga bersifat kontemposentris, hanya memikirkan waktu sekarang, saat ini. Kebanyakan manusia tidak berpikir untuk waktu mendatang, untuk generasi penerus mereka. Sehingga, apa yang ada saat ini dihabiskan semuanya untuk kenikmatan dan kepuasan sesaat. Manusia melupakan kesejahteraan untuk semua (welfare for all) dan kebahagiaan yang lebih hakiki dan abadi.

  27. study kasus
    A.pencemaraan lingkungan

    pencemaran lingkugkungan meliputi:udara,tanah,air,suara dan lain-lain.
    1. udara sekarang tercemar akibat adanya,pabrik,kendaraan,membuat udara menjadin kotor dan dan tercemar,banyak di dapati di daerah-daerah perkotaan{jabdatabek}.udara yang tercemar akan merusak kesehatan,bahkan menimbulkan berbagai penyakit.
    2. tanah,tanah juga bisa tercemar akibat bahan kimia dari pabrik yang di buang sembarangan,ini akan merusak kualitas tanah dan menurunkan kesuburan tanah.
    3. air,air kini sulit di dapatkan di daerah-daerah perindustri,dan bahkan sekarang ini air beli.
    4. suara,pencemaran suara di akibatan oleh kendaraan,suara dari pabrik,dan lain-ain
    cara mengatasi pencmaran udara:
    a. memperbaiki kendaraan ke bengkel agar suara yang keluar di kurangi,
    b.menggunakan bbm yang ramah linhkungan
    cara mengatasi pencemaran tanah
    a. batasi menggunakan pupuk yang berlebih
    b. tanami tanah dengan berbagai tanaman
    pak maaf baru sedikit y,,,

  28. I’m Muamar Khadafi,I live in teluknaga.I want to give a comment about problem in Jakarta city…

    Salah Satu Penyebab Bencana Banjir di Jakarta

    Seperti yang kita tahu kota Jakarta merupakan ibukota dari Indonesia, indahnya kota Jakarta tidak dirawat dengan baik oleh penduduk kota Jakarta sehingga setiap musim penghujan datang selalu terjadi bencana banjir.

    Salah satu penyebabnya ialah karena adanya pendangkalan aliran air sungai akibat dari berkurangnya lahan tempat tinggal untuk warga jakarta,karena sebagian warga Jakarta tinggal di bantaran sungai-sungai sehingga mengambil sebagian tanah untuk lahan tempat tinggal.Lalu sebagian yang tinggal di bantaran sungai tidak menjaga lingkungan mereka.Mereka membuang sampah-sampah rumah tangga ke sungai.Hal ini berdampak serius bagi kota Jakarta sehingga menyebabkan bencana banjir ketika musim penghujan datang.

    cara penanggulangannya ialah
    1.Dengan cara pembatasan perpindahan orang-orang yang tinggal dari luar kota Jakarta
    2.Program KB
    3.Diberikan penyuluhan-penyuluhan kepada warga kota Jakarta untuk peduli lingkungannya untuk mencegah terjadinya bencana banjir
    4.Adanya upaya serius dari masyarakat berupa kedisiplinan

  29. tugas bab 11 & 12

    tugas IAD Juni 20, 2010
    Diarsipkan di bawah: Uncategorized — nuraini13062010 @ 1:56 pm Sunting Ini

    Manusia sangat potensial dalam ladang pertanian sebagai sumber makanan dan kebutuhan pokok,sebagai pemacu usaha di bidang kegiatan industri dan perekonomian . Namun semua itu mempunyai dampak yang sangat besar, seperti pabrik – pabrik yang menimbulkan masalah limbah yang sulit pengaturannya.Bahkan cenderung membahayakan lingkungan sekitar kita. Maka dari itu untuk semua manusia harus bisa menjaga lingkungan sekitar agar tidak terkena dampak yang membahayakan tersebut.

  30. Bagaimana cara menanggulangi air sebagai kebutuhan utama manusia , jika kita lihat sekarang ini banyak sungai tercemar oleh limbah pabrik ……?

    Pendirian bangunan dan pabrik – pabrik adalah factor utama penyebab tercemaranya air sungai, disamping limbah rumah tangga….

    Dunia mengakui bahwa Indonesia kaya akan SDA-nya, termasuk sumber air yang berupa mata air dan sungai, namun kini jika kita lihat sangat mengkhawatirkan keadaan sungai di Indonesia sebagian telah tercemar oleh limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Terutama di kota – kota besar seperti Jakarta dan Tangerang keadaan sungainya yang sangat kotor dan dipenuhi sampah, membuat warga di sekitarnya agak kesulitan mendapatkan air bersih, terkadang air sungai yang tercemar itu dapat menimbulkan berbagai macam penyakit jika di konsumsi….
    Maka dari itu seharusnya masalah ini mendapat perhatian khusus dari aparat pemerintah,,, mungkin dangan mengenakan sanksi bagi perusahaan tertentu yang membuang limbah produksinya ke sungai dan manrapkan larangan membuang sampah di sungai kapada setiap penduduk…tetapi hal ini juga harus di dukung oleh penduduk itu sendiri.

  31. RIANA RIZKY AGUSTIA / EVENING CLASS/ SECOND SEMESTER

    Smoking should be banned !
    there are so many reasons why smoking should be banned, not just by goverment, but also by the society itself. one of the biggest reason is because it is bad for health, not only for the smokers themselve but also for the other people among them. the example of health problems of smoking are like lungs problems, hard to breath, your body smell bad, etc. the way to stop smoking comes from ourselves first. because it is useless if they speak about the disadvantages of smoking if people do not wanna stop. we can not to stop the cigarrete companies because most of the income come from it. however, it is still a big problem and big homework for us to stop smoking. do not try it at all.

  32. RIANA RIZKY AGUSTIA / EVENING CLASS / SECOND SEMESTER

    TEORI ATOM MENURUT NEILS BOHR
    Pada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:

    1.
    Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
    2.
    Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.

    Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

  33. RIANA RIZKY AGUSTIA

    Partikel – partikel atom terdiri atas inti atom dan elektron yang berada diluar atom. Inti atom tersusun atas proton dan netron.

    Teori atom Dalton menyatakan bahwa atom merupakan bagian terkecil dari materi. Pada kenyataannya, atom dapat dibagi menjadi partikel penyusunnya yaitu elektron, neutron dan proton. Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian tentang arus listrik pada gas bertekanan rendah. Penelitian dimulai pada tahun 1855 oleh Heinrich Geissler, yang berhasil merancang tabung gelas bertekanan rendah yang disebut tabung Geissler.

    Penemuan partikel neutron diawali oleh penelitian Rutherford, dalam eksperimennya ia berusaha menghitung jumlah muatan positif dalam inti atom dan massa inti atom dan ia mendapati bahwa massa inti atom hanya setengah dari massa atom. Pada tahun 1920, William Draper Harkins, berasumsi bahwa terdapat partikel lain dalam inti atom selain proton, partikel itu bermassa hampir sama dengan proton dan tidak bermuatan, ia menyebutnya sebagai neutron. Hingga tahun 1932, James Chadwick, membuktikan keberadaan partikel neutron.

    Adanya penemuan neutron ini, membuat strukur atom semakin jelas, bahwa atom tersusun atas inti atom dengan elektron mengelilingi pada lintasan kulitnya. Inti atom terdiri dari proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Sedangkan elektron bermuatan negatif.

  34. Langkah – Langkah Penyelamatan Ozon

    Akhir – akhir ini lapisan ozon semakin menipis diakibatkan banyak hal yang ada di muka bumi ini seperti perusakan lingkungan yang di sebabkan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab misalnya penebangan hutan secara liar, polusi – polusi yang membuat lapisan ozon menipis, penggunaan bahan – bahan kimia yang saat ini semakin banyak,penggunaan barang – barang elektronik dll. Oleh karena itu kita harus menjaga lapisan ozon supaya lapisan ozon dapat melindungi bumi.
    Langkah – Langkah penyelamatan ozon yaitu :
    a.menanam pohon didekat rumah, di sekitar lingkungan dan ditempat lain.
    b.menggunakan barang – barang elektronik seperlunya.
    c.membuang sampah pada tempatnya.
    d.hidup sehat.
    e.bila perlu kita tidak memakai bahan – bahan kimia.
    f.melestarikan dan menjaga lingkungan yang ada.
    g. dan masih banyak lagi yang harus kita lakukan untuk menjaga bumi kita.
    Jika semua itu bisa dilakukan oleh manusia yang ada dibumi ini maka bumi ini akan akan terjaga.
    Diharapkan semua orang yang ada di bumi ini dapat merawat,menjaga dan melestarikan.
    Apabila kita tidak melakukan itu maka lapisan ozon akan semakin menipis dan manusia akan semakin terancam kehidupannya, karena banyak dampak akibat menipisnya lapisan ozon seperti akan semakin panas bumi ini dan kutub utara akan mencair dan akan menghilangkan Negara – Negara yang daratannya rendah seperti Negara belanda yang daratannya rendah dll.

  35. Pencemaran udara
    Oleh : Juhanah/FKIP, B.Iggris, kelas malam,smt.2/UMT
    Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
    Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

    Sumber Polusi Udara
    Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan [ozon]dalam [smog fotokimia]adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
    Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan [pemanasan global yg mempengaruhi;
    Kegiatan manusia
    • Transportasi
    • Industri
    • Pembangkit listrik
    • Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
    • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)
    Sumber alami
    • Gunung berapi
    • Rawa-rawa
    • Kebakaran hutan
    • [Nitrifikasi] dan [denitrifikasi]biologi

    Sumber-sumber lain
    • Transportasi[amonia]
    • Kebocoran tangki][klor]
    • Timbulan gas [metana]dari [lahan uruk]/[tempat pembuangan akhir] [sampah]
    • Uap pelarut organik
    Jenis-jenis pencemar
    • Karbon monoksida
    • Oksida nitrogen
    • Oksida sulfur
    • CFC
    • Hidrokarbon
    • Ozon
    • Volatile Organic Compounds
    • Partikulat
    Dampak
    Dampak kesehatan
    Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
    Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
    Dampak terhadap tanaman
    Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.] Hujan asam pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
    • Mempengaruhi kualitas air permukaan
    • Merusak tanaman
    • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
    • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
    Efek rumah kaca
    Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
    Dampak dari pemanasan global adalah:
    • Pencairan es di kutub
    • Perubahan iklim regional dan global
    • Perubahan siklus hidup flora dan fauna
    Kerusakan lapisan ozon
    Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

  36. TUGAS ARTIKEL IAD (ILMU ALAMIAH DASAR)

     Macam – Macam Bahan Pokok

    Indonesia terdapat banyak bermacam – macam bahan pokok seperti:Jagung,Sagu dan Padi.Bahan pokok sagu digunakan oleh masyarakat maluku,ambon dll.
    sagu terbuat dari dari sebuah pohon sagu yang sudah tua dan diolah secara tradisional, setelah itu menjadi sagu yang dapat digunakan sebagai bahan pokok masyarakat tersebut. Jagung juga salah satu bahan pokok masyarakat papua dan sekitarnya mereka menjadikan jagung sebagi bahan pokok utama masyarakat tersebut karena sebagian besar masyarakatnya menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.
    Padi termasuk juga bahan pokok utama hampir semua masyarakat Indonesia memakan nasi yaitu bahan pokok yang terbuat dari padi.karena hampir sebagian masyarakat Indonesia dalam bidang pertaniaan hampir disetiap daerah masyarakat Indonesia menkonsumsi nasi. Sedangkan bahan pokok yang ada diluar negeri adalah gandum. Gandum sangat berguna bagi masyarakat luar negeri karena masyarakat yang ada disana menggunkan gandum untuk berbagai makanan seperti roti. Roti terbuat dari gandum dan roti adalah bahan pokok masyrakat sana.
    Oleh Karena itu kita harus menjaga lingkungan kita agar dapat berkembang lebih baik dengan cara menjaga dan melestarikan Lingkungan dan tidak menggunakan bahan – bahan yang dapat merusak lingkungan. Agar generasi yang selanjutnya akan merasakan apa yang kita rasakan saat ini. Karena saat ini banyak tantangan yang dihadapi masyakat dalam memenuhi kebutuhannya misalnya cuaca saat ini sangat mempengaruhi lahan pertanian yang seharusnya sudah menghasilkan tetapi terjadi bencana yang tidak diinginkan.

     Fungsi Pakaian

    Pakaian sangat dibutuhkan untuk seluruh manusia sebagai pelengkap sempurnanya manusia dan sebagai kebutuhan manusia yang disebut pangan.pangan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang sama pentingnya dengan sandang. Oleh Karena itu fungsi pakaian yaitu:
    Untuk melindungi diri dari perbuatan asusila karena pakaian dapat menutupi aurat kita agar terhindar dari segala bentuk perbuatan asusila.
    Sebagai pelengkap kebutuhan manusia karena manusia membutuhkan pakaian sebagai sarana untuk menjalani kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
    Sebagai bentuk dari perwujudan manusia modern karena karena pada zaman purbakala manusia tidak mengenal da mngenakan pakaian.
    Sebagai peruwujudan kreasi seseorang tentang modifikasi/trend pakaian sehingga memajukan seseorang untuk berkeasi membuat macam – macam jenis pakaian contoh pembuatan baju,celana dll.
    Dengan fungsi – fungsi tersebut manusia harus mencukupi kebutuhannya dengan cara bekerja keras dan berjuang untuk hidup. Karena jika manusia tidak memperjuangkan sesuatu itu maka manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

     Sudut Pandang Rumah Tradisional dan Rumah Modern

    Dilihat dari berbagai sudut antara rumah tradisional dan rumah modern terdapat perbedaan – perbedaan dari bahan bangunan,teknologi dan kekuatannya. Rumah tradisional adalah rumah yang pembuatannya secara tradisional dengan alat – alat yang sangat sederhana dan bahan – bahannya terdapat di alam sekitar sehingga mempunyai khas tersendiri yang unik misalnya orang pedalaman yang membuat dari pohon yang digunakan secara maksimal. Sehingga kekuatan rumah tersebut sangat kuat karea orang pedalaman sangat memprhitungkan kekuatan secara semaksimal mungkin agar kelurga genersinya dapat merasakan dan membuat rumah ersebut. Tetapi tidak menggunakan teknologi yang bagus karena pada saat itu orang pedalaman belum mengetahui an mengenal teknologi walawpun seperti itu rumah tradisional dapt digunakn secara layak. Rumah modern adalah rumah yang pembuatannya secara modern yang menggunakan bahan – bahan dan alat – alat yang sangat canggih. Dan dalam bentuk yang modern sesuai dengan zaman dan perkembangan saat ini.
    Secara perbandingan antara rumah tradisional dan rumah modern dapat disimpulkan bahwa masing – masing rumah mempunyai beberapa keunggulan masing – masing kalaw ruamah tradisional tidak membutuhkan biaya yang sangat besar dan kekuatannya sangat baik. Sedangkan rumah modern menggunakan biaya yang sangat besar. Teknologi yang digunakan teknologi yang bagus sesuai dengan biaya.

  37. SUKMA RATNA SARI/ B.INGGRIS MALAM/ JAWABAN NO 42, 43, dan 44

    Teori Keadaan Tetap menyebutkan bahwa alam semesta selalu memuai dengan laju tetap dan materi baru terus menerus tercipta. Akibatnya, dalam ruang tertentu selalu dipadati oleh materi yang berjumlah tetap. Teori ini diajukan oleh ahli kosmologi bangsa Inggris (Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold). Dikatakan bahwa alam semesta ini tak berawal dan tak berakhir. Di mana-mana sama setiap saat. Agar alam semesta selalu dalam keadaan begitu maka perlu diciptakan bahan baru secara sinambung. Bahan baru ini menimbulkan tekanan yang memaksa alam semesta memuai secara terus-menerus. Bahan baru tersebut selanjutnya memadat menjadi galaksi untuk mengisi kekosongan yang ditimbulkan karena pemuaian. Teori Dentuman Besar menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari suatu ledakan dahsyat (Big Bang) dan galaksi akan meluas tanpa batas. Teori lahir dari pemikiran ahli fisika Amerika (George Gamow). Ia mengatakan bahwa pada mulanya, alam semsta ini seperti bola raksasa yang sangat padat. Bola raksasa ini terdiri dari neutron dan tenaga pancaran yang disebut ‘Ylem” (diucapkan ‘ailem’). Sekitar 18 milyar tahun yang lalu, ylem ini meledak dahsyat. Bola mengembang sehingga berkurang kepadatannya dan turunlah suhunya dari milyaran derajad hingga jutaan derajad. Pada suhu sekitar 60 juta derajad semua neutron berubah menjadi proton dan elektron. Bersamaan dengan suhu yang menurun, terbentuklah semua unsur yang ada di alam sekarang ini. Pada suhu sekitar 300 derajad semua unsur berubah menjadi gas. Gumpalan gas inilah yang menjadi awal dari sebuah galaksi. Teori alam semesta yang berayun merupakan kelajutan dari teori Dentuman Besar. Para ahli menemukan bahwa gerak galaksi yang saling menjauh itu menunjukkan tanda-tanda makin melambat. Pelambatan ini menghasilkan suatu spekulasi bahwa alam semesta ini melengkung positif. Apabila benar demikian maka berarti alam semesta ini tak bertepi tetapi tidak tanpa batas. Sehingga, pada suatu waktu semua materi akan berhenti dan mulai mengerut lagi sebagai akibat gaya (tarik) gravitasi. Semua materi akan termampat lagi menjadi sebuah bola raksasa dan selanjutnya akan meledak lagi. Terbentuklah alam semesta seperti yang kita alami saat ini. Selama proses mengembang dan mengkerut, memampat dan meledak tiada materi yang rusak atau tercipta, melainkan hanya beubah tatanannya.

    Di planet lain tidak ada penghuni karena terdapat perbedaan suhu jarak dengan matahari dan memiliki perbedaan gaya gravitasi dengan bumi. Selain itu juga Bumi memiliki kadar oksigen yang cukup untuk kehidupan. Misalnya, planet merkurius yang sangat keras dan panas serta tidak memiliki udara sehingga tidak memungkinkan terjadinya kehidupan d sana, pada siang hari suhu di permukaannya mencapai 325 derajat celcius dan pada malam hari jatuh sampai 170 derajat celcius, dan pada siang hari batu karang di merkurius sangat panas sehingga bila kita letakkan kaleng di atasnya akan lumer mencair. Di planet venus memiliki awan yang tebal yang menyelubungi permukaan venus. Awan itu menekan kuat ke permukaan planet , hampir seratus kali tekanan atmosfer bumi dan menyerap panas matahari yang dua kali lipat disbanding bumi. Sedangkan bumi memiliki suhu udara yang memungkinkan untuk terjadinya kehidupan, atmosfer di bumi berubah-ubah dan ditentukan oleh mendadaknya peralihan temperatur. Di lapisan stratosfer, melindungi kita dari radiasi ultraviolet yang berbahaya , sedangkan di permukaan bumi merupakan racun yang berbahaya. karena massa bumi kira-kira adalah 5,98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi(32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), sulfur(2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), and alumunium (1,4%); dan 1,2% selebihnya terdiri dari berbagai unsur-unsur langka. Karena proses pemisahan massa, bagian inti bumi dipercaya memiliki kandungan utama besi (88,8%), dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%), dan selebihnya kurang dari 1% unsur langka. Ahli geokimia F. W. Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak bumi terdiri dari oksigen. Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak bumi hampir semuanya adalah oksida (oxides); klorin, sulfur, dan florin adalah kekecualian dan jumlahnya di dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama silika adalah sebagai asam, yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari berbagai mineral batuan beku yang paling umum. Berdasarkan perhitungan dari 1,672 analisa berbagai jenis batuan, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% batuan terdiri dari 11 oksida (lihat tabel kanan).

    Atmosfer adalah suatu lapisan gas yang melindungi bagian planet dari permukaan planet sampai bagian yang paling jauh dari planet tersebut. Atmosfer merupakan suatu lapisan gas yang sangat dibutuhkan bagi seluruh planet, termasuk Bumi, hal ini disebabkan karena segala peristiwa cuaca atau iklim terjadi pada lapisan ini. Selain itu atmosfer sangat berpengaruh bagi kehidupan muka bumi salah satunya adalah atmosfer merupakan lapisan gas yang melindungi bumi dari bahaya radiasi matahari, bisa dibayangkan jika Bumi tidak memiliki atmosfer seluruh makhluk di muka bumi akan terbakar oleh panasnya matahari. Berdasarkan perbedaan suhu, atmosfer bumi terbagi atas 5 bagian yaitu:

    -Troposfer, merupakan lapisan yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari. Lapisan ini adalah lapisan yang paling tipis dari lapisan lainnya kurang lebih 15 km dari permukaan muka bumi, sehingga ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dikarenakan adanya penyerapan radiasi sinar matahari.
    -Stratosfer, merupakan lapisan yang terletak di bagian atas troposfer yang memiliki ketinggian antara 50-60 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet, sehingga sebagian besar tidak akan mencapai permukaan bumi.
    -Mesosfer, merupakan bagian yang terletak di bagian atas stratosfer, dan memiliki ketinggian 50-70 km dari permukaan bumi. Lapisan ini memiliki tingkat keseimbangan radiasi yang negatif.
    -Thermosfer, merupakan lapisan yang terletak di bagian masosfer, yang memiliki ketinggian sekitar 75 km sampai 650 km dari permukaan bumi. Lapisan ini memiliki suhu yang berubah-ubah dengan waktu yang disebut insolasi (incoming solar radiation).
    -Eksosfer, merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause.
    Lapisan bumi Menurut komposisi (jenis dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :

    v Kerak Bumi

    v Mantel Bumi, Mantel bumi terletak di antara kerak dan inti luar bumi. Mantel bumi merupakan batuan yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada mantel bagian atas ±1300°C-1500°C dan suhu pada mantel bagian dalam ±1500°C-3000°C

    v Inti Bumi

    Menurut sifat mekanik (sifat dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :

    v Litosfir

    v Astenosfir

    v Mesosfir

    v Inti Bumi bagian luar, Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900°C

    v Inti Bumi bagian dalam, Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800°C.

  38. KERUSAKAN ALAM
    “Angin Tornado”

    Belakangan ini tornado mengamuk di salah satu daerah di Amerika Sekikat,kali ini menyerang kota Montana,kota di sebelah barat Amerika Serikat.Tornado ini merupakan bagian dari badai begerak melalui daerah yang juga di landa hujan es yang hampir mencapai tiga inci di Bighorn dan Yellowstone Contry.Layanan Cuaca Nasional mengatakan dalam sebuah laporan badai lokal,tidak ada korban jiwa dilaporkan akibat bencana alam ini.Sebagai pekerja darurat terlihat membersihkan puing-puing bangunan yang rusak.Tornado merobek sebagaian besar atap arena olahraga di daerah Billings Montana dan juga merusak bangunan lain pada Ahad 20 juni 2010 sore.Kerusakan yang di sebabkan oleh angina tornado itu seolah-olah seperti ribuan peliru yang menyerang dan melalui kota itu,polisi mengatakan,”Tornado ini pertama kali di laporkan pada sekitar 04:45 waktu setempat,kata Letnan Mark Candy,kepolisian daerah Billing.
    Angin topan mendekati kota dari tenggara,membuat kerusakan yang paling parah di dua tempat,The Heights dan The Lower Heights,sebelum pada akhirnya menuju barat laut.Letnan Cady menambahkan,”Tornado juga merusak sebuah kasino,bar dan tempat laundry di daerah pusat kota dan menyebabkan kaca-kaca di toko pecah dan memutuskan saliran gas.Di sebuah restoran McDonal,sekitar 20 orang berlindung di dalam tempat penyimpanan daging ketika mereka melihat kedatangan tornado yang menerbangkan semua kaca dari gedung.Tornado ini juga disertai oleh banjir yang meninggalkan sejumlah mobil yang tadinya berada di jalan raya terdampar di bawah air yang dalam.Akibat dari tornado dari badai juga menyebabkan kerusakan sistim saluran pembangunan kota.”Penutup lubang got itu tertutup karma tekanan dari bawh air”,kata Letnan Candy.
    Seorang petugas menerangkan bahwa tornado itu telah hilang secepat ketika dia dating dan setengah jam kemudianmatahari kembali bersinar cerah.Penduduk setempat yang ingin melihat kerusakan diakibatkan oleh tornado.Kemudian,mereka berinisiatif untuk bekerja darurat membantu membersihkan puing-puing karma lalu lintas menjadi macet di sepanjang Main street.

    Marwiyati
    Fkip B.Inggris (siang)

  39. Pos Indonesia Lambat dan Mahal

    Apalagi kalau tidak bisa dibilang lambat dan mahal.

    Coba kita lihat soal keterlambatan.

    Bayangkan saja, dokumen Express Mail Service (EMS) dengan Nomor: EE102732235ID dikirimkan dari kantorpos Mampang, Jakarta Selatan, tanggal 4 Mei 2004 jam 13:08. Ke luar dari Jakarta tanggal 5 Mei 2004 jam 03:15. Anehnya sampai dengan 7 Mei 2004 dokumen mengawang-awang di udara tidak sampai ke Jepang.

    Baru masuk Jepang tanggal 8 Mei jam 01:17. Dengan demikian entah ada apa yang terjadi antara 5 Mei 2004 sampai dengan 7 Mei 2004.

    Apabila memang benar melayang-layang di udara, sudah masuk pesawat terbang, maka ke mana pesawat terbang itu melayang? Kalau sampai salah negara, misal melayang dan mampir ke Taiwan dulu, mengapa sampai ke sana? Hal itu jelas bukan salah kirim karena apabila salah kirim pasti ada cap pada dokumen “Missen to Taiwan”. Tapi pada dokumen tak terlihat tanda apa-apa baik muka maupun belakang.

    Ada kemungkinan Posindo menggunakan pesawat terbang murahan sehingga pesawat itu terbang dulu ke negara lain, mengangkut barang dari negara lain itu, barulah ke Jepang.

    Kemungkinan lain, ada kerusakan pesawat terbang sehingga dokumen sudah masuk bagasi pesawat tetapi tertunda pesawat terpaksa belum bisa berangkat sesuai jadwal sehingga jadi terlambat.

    Lain hal lagi, memang dokumen nyasar ke negara lain tapi tak memberikan cap atau tanda apa pun pada dokumen (biasa, manusia selalu berusaha menutupi kejelekan atau kesalahannya). Kalau mengaku salah bisa muncul tuntutan yang malah merugikan manusia dan atau organisasinya. Kemudian kita lihat dari segi harga dan uang.

    Peraturan yang ada pengiriman EMS harus sampai di tempat tujuan (si alamat) selama 3 hari. Lewat dari jangka waktu itu si penerima dan atau si pengirim boleh menuntut kepada pihak tempat Pos Pengirim berupa klain kerugian.

    Kenyataan dokumen baru tiba di tempat penerima tanggal 10 Mei 2005. Artinya, pengiriman EMS dari Jakarta ke Tokyo makan waktu 6 hari (4 Mei sampai dengan 10 Mei). Sayang sekali penerima tak ada di tempat. Untuk itu pihak pos Jepang mengirimkan tanda bukti telah berkunjung dan pengambilan bisa dilakukan di kantorpos penerima sehingga dokumen diambil penerima tanggal 11 Mei 2004.

    Dari segi harga kita lihat barang yang kurang dari 250 gram (Di Tokyo peraturannya kurang dari 300 gram) pengiriman EMS dengan biaya 900 yen.

    Pengiriman dari Jakarta sebesar Rp.98.100,-. Apabila kurs mata uang Yen terhadap Rupiah sama dengan Rp.98 per 1 Yen, berarti tarip EMS Indonesia mencapai 1.000 yen, atau 100 yen (11,1%) lebih mahal daripada tarip EMS Jepang. Padahal nilai tukar Yen terhadap Rupiah hanya sekitar Rp.77,55 saat ini (11 Mei 2004 koran Bisnis Indonesia). Kalau dibagi dengan angka lebih kecil lagi, berarti tarip EMS Indonesia lebih besar dari 1.000 yen. Luar biasa mahal.

    Kini kita bisa mengetahui sendiri, memang tugas PT Pos Indonesia (Posindo) tidak mudah. Kalau mau kita kritik, untuk kasus ini bisa dikatakan Posindo lambat dan mahal. Walaupun mungkin pengiriman sudah dilakukan 5 Mei 2004, apa pun alasannya, selama dokumen belum tiba di Jepang, semua itu masih merupakan tanggungjawab Posindo untuk mengusut lebih lanjut dan kesalahan ada di pihak Posindo. Janganlah mencari kambing hitam.

    Lalu mengapa tidak mengritik Pos Jepang? Sampai 8 Mei baru diantar 10 Mei? Kalau kita lihat tanggalan, wajarlah pengantaran tersebut dan bahkan bisa kita puji karena Sabtu Minggu pun mereka bekerja dengan baik. Tanggal 8 Mei adalah hari Sabtu dan 9 Mei adalah hari Minggu. Hari Sabtu begitu tiba sudah mulai diperiksa pabean Jepang sampai dengan Minggu 9 Mei. Lalu Senin 10 Mei diantarkan ke kantorpos wilayah di penerima dan hari yang sama dikirimkan ke alamat penerima. Suatu kerja yang perlu diacungkan jempol. Apakah hal ini bisa dilakukan di Indonesia pula, Sabtu Minggu semua pihak bekerja? Tandatanya yang besar bagi Posindo dan Pabean Indonesia. Perlu bukti nyata untuk itu memang supaya tidak asbun (asal bunyi).

    Memang kasus ini bukan kasus pertama kali. Sudah banyak kasus keterlambatan EMS dari pihak Posindo. Pihak EMS Posindo memang sudah berusaha keras untuk membuat citra EMS tetap dan bahkan semakin baik. Masalahnya, di kantorpos daerah tempat pengiriman, kurang terkoordinasi dengan baik, malas dan tidak ada semangat kerja yang tinggi. Bisa saya katakan moral kerja mereka perlu dipertanyakan besar-besaran. Akibatnya, rantai kerja keseluruhan tidak berjalan dengan baik.

    Tampaknya hasil kerja mati-matian pihak EMS Posindo hanya berpangku sebelah tangan, tidak terkoordinasi dengan baik dengan seluruh aparat di berbagai lini yang ada di Indonesia.

    Jangan salahkan orang lain! Itulah prinsip yang harus kita pegang. Olehkarena itu orang yang paling salah dan harus mau menerima beban tanggungjawab adalah Direktur Utama Posindo. Bagi saya, tidak ada alasan lain untuk tidak mengundurkan diri dari jabatannya. Mengapa? Karena tidak bisa menjadi contoh bagi bawahan sehingga hasil kerja banyak yang berantakan di bidang EMS di Indonesia (lihat banyak kasus keterlambatan EMS Indonesia di milis PRANGKO).

    Sampai kapan masyarakat Indonesia bisa bersabar? Mungkin Posindo perlu mendapat sentilan yang keras dari pengguna (konsumennya). Mudah-mudahan saja kini dan di masa datang, tidak ada yang menuntut ke pengadilan Posindo gara-gara keterlambatan atau kehilangan doukumen/barang yang dikirimkan oleh Posindo.

  40. EKOSISTEM
    karena tumbuhan mempunyai organ sendiri-sendiri
    Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Sebagai produsen,tumbuhan hijau mnghasilkan makanan[karbohidrat] melalui proses potosintesis. Makanan di manfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya. Dengan demikian produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain,yaitu konsumen.

    Komponen-komponen ekosistem.

    Ekosistem merupakan kesatuan dari seluruh komponen yang membangunnya. Di dalam suatu ekosisiem terdapat kesatuan proses yang saling terkait dan mempengauhi antar semua komponen.Pada suatu ekosistem terdapat komponen yang hidup[biotik] dan komponen tak hidup[abiotik].

    Komponen biotik

    Mansia,hewan dsn tumbuhan termasuk koomponen biotik yaang terdapat dalamsuatu ekosistem. Komponen biotik di bedakan menjadi 3golongan yaitu ;produsen,konsumen dan dekomposer.

  41. manusia sebagai komponen lingkungan hidup

    Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup Serta Ekosistem

    April 7, 2010 by deateytomawin

    Lingkungan Hidup adalah suatu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

    Lingkungan Hidup terdiri dari dua bagian, yakni: Lingkungan Hidup Abiotik dan Lingkungan Hidup Biotik. Lingkungan Hidup Bbiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan Sedangkan Lingkungan Hidup biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

    Hubungan Kehidupan dari lingkungan hidup itu disebut Ekosistem

    Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

    Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

    * Komponen hidup (biotik)
    * Komponen tak hidup (abiotik)

    Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem aquarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.

  42. Nama : IDA.HERLISYA
    Kelas : B. INGGRIS siang

    SAMPAH ANTARIKSA

    Ternyata masalah sampah bukan hanya di bumi tapi juga di luar angkasa sana sampah menjadi permasalah yang baru baru ini timbul. Hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi resah. Sejak tahun 1957 terdapat 6000 satelit di luncurkan keruang angkasa, dan 3338 satelit masih beroperasi dan tidak aktif lagi. Sebanyak 1820 badan roket yang tidak berfungsi lagi dan 7789 serpihan logam mengitari bumi. Tabrakan antar satelit dan roketlah yang penyumbang terbesar smpah antariksa. Sampah antariksa ini berasal dari puing-puing satelit maupun pesawat ruang angkasa.Ketakutan masyarakat akan sampah antariksa yang jatuh kebumi, sebaiknya jangan berlebihan karena peluang sampah antariksa ini jatuh kebumi mengenai manusia atau mengenai objek yang dimiliki manusia sangat kecil. Secara mayoritas bumi ini luas. Mayoritas laut, gurun, dan hutan tidak berpenghuni. Jadi kemungkinan sampah mengenai objek gedung, kendaraan atau orang per orang itu akan lebih kecil.
    Pada tahun 2003, saat terjadi puncak aktivitas matahari, indonesia pernah di hujani sampah-sampah ini. Pecahannya sampai ketanah. Seperti di Bengkulu, tidak ada suatu dampak yang sangat berarti dalam kejadian ini. Walaupun begitu kewaspadaan tetap perlu dibangun. Sebagai orang awam kita memang tidak bisa berbuat apa-apa karena sampah-sampah itu juga merupakan hasil dari kemajuan tekhnologi yang telah di capai oleh manusia itu sendiri.

  43. assalamualaikum…..?
    bapak saya sudah mengirim tugas ini dari seminggu yang lalu.
    eeeeh pas tadi di cek ternyata ada tapii masuk di komentar “hello”coga deh bpk periksa pasti ada heeeee…..

  44. Tugas IAD ” STUDY KASUS”

    PENCEMARAN AIR
    Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Dapatkah Anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada air, ya tentu saja tidak pernah ada kehidupan seperti yang ada sekarang ini. Air memang mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari, air sangat diperlukan untuk berbagai kegiatan di dalam rumah tangga, juga untuk pertanian, transportasi serta rekreasi. Di dalam industri, air digunakan antara lain sebagai bahan pengolah, pendingin dan pembangkit tenaga. Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti menbutuhkan air. Air bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan. Banyak manfaat yang diberikan air untuk makhluk hidup. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Tapi walaupun begitu banyak sekali ulah perbuatan tangan – tangan jahil yang tidak bertanggung jawab terus mencemari air. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
    Penyebab Pencemaran Air
    Ada beberapa penyebab terjadinya pencemaran air antara lain apabila air terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti sampah rumah tangga, sampah lembah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida dari daerah pertanian, limbah rumah sakit, limbah kotoran ternak, partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan gunung berapi yang meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang dilaluinya.
    Dampak Pencemaran Air
    Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun.
    Begitu juga dengan kelangsungan hidup manusia, manusia akan mengalami keadaan krisis air bersih, seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah. Yang mana dengan adanya pencemaran air maka dampak yang akan diperoleh oleh mahluk hidup sangatlah mengkhawatirkan.
    Upaya Penanggulangan Pencemaran Air
    Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.
    Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
    Pengolahan limbah
    Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
    Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.
    Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.Dengan demikian usaha pencegahan pencemaran air dapat kita lakukan mulai sejak dini guna melindungi kelangsungan kehidupan kita.Dalam keseharian kita, kita dapat mengurangi pencemaran air, dengan cara mengurangi jumlah sampah yang kita produksi setiap hari (minimize), mendaur ulang (recycle), mendaur pakai (reuse). Kita pun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena saat ini kita telah menjadi “masyarakat kimia”, yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya .Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Walaupun demikian, langkah pencegahan tentunya lebih efektif dan bijaksan.

    Pak maaf ya saya baru komen sekarang, karena saya gak tahu kalau harus di kirim ke komen bapak.Tapi sebelumnya tugas ini sudah saya kirim ke email bapak, dan saya sudah jadikan artikel di blog saya ko….
    Dan ini alamat blog saya:

    http://www.ratnadewiku.wordpress.com

  45. STUDY KASUS
    GLOBAL WARMING
    Mutiara Sari.
    Fkip b.inggris siang)

    Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

    Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

    Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

    Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

    Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s